Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk siswa siswi SMP / SMA / SMK Negeri dan Swasta Kota Denpasar dilaksanakan mulai tanggal 27 Juli 2015, Masa orientasi peserta didik bertujuan untuk mengenalkan program sekolah, lingkungan sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri peserta didik, dan kepramukaan sebagai pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses pembelajaran lebih lanjut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Bapak Wayan Suparta Kabid Pendidikan Menengah Dikpora Kota Denpasar dalam kesempatan Talkshow Interaktif di Radio Publik Kota Denpasar, Selasa 28 Juli 2015 yang dipandu oleh Penyiar Bambang Hariyadi, selain itu hadir pula Putu Arik Mahendra - Ketua Umum FORKOM OSIS Kota Denpasar dan Putu Agus Krisma Putra - Sekretaris FORKOM OSIS Kota Denpasar
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa MOS dapat berlangsung dengan baik dan jauh dari tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan masalah fisik dan mentalitas siswa baru. Pelaksanaan MOS harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dari semua pihak yang terkait termasuk guru-guru dan OSIS, dan harus mengacu Peraturan Menteri Pendidikan N0. 55 Tahun 2015. Pelaksanaan MOS harus dijauhkan dari kekerasan, pelecehan, dan tindakan deskritif yang dapat menyebabkan hal-hal yang menyangkut masalah fisik dan mentalitas anak didik baru, serta pelaksanaan MOS tahun ini tidak boleh lebih dari lima hari dan tidak ada pungutan biaya apa-apa.
Sementara itu menurut Ketua FORKOM OSIS, Arik, begitu ia disapa, bahwasanya terus dilakukan koordinasi kepada seluruh panitia dan pelaksana MOS dalam hal ini OSIS masing masing sekolah agar pelaksanaan MOS tahun ini tidak melenceng dari tema yang sudah ditentukan, tidak ada kekerasan dan membawa barang barang yang terlalu memberatkan. Jika memang nantinya masih ada pelanggaran nanti tentu akan ada teguran terutama dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar.
Disisi lain Bapak Kabid Dikmen Dikpora mengatakan pelaksanaan MOS sejuk, sehat, berbudaya dapat terus dilanjutkan serta menjadi kegiatan MOS yang baik dalam membentuk karakter disiplin siswa baru. Disiplin tidak harus ditunjukan dengan kekerasan dan pelecehan, yang nantinya dapat dilakukan standarisasi pelaksanaannya oleh para Kepala Sekolah dan guru-guru. Seperti deklarasi menumbuhkembangkan budi pekerti yang telah dilaksanakan pada MOS tahun ini dengan kegiatan terfokus pada karakter baik, kreatif, dan menumbuhkan jiwa budi pakerti yang baik kepada anak-anak. Dalam kesempatan talkshow interaktif ini di buka telepone interaktif langsung di 24 44 44 bagi siswa siswi yang mendengarkan langsung di sekolah masing masing, dan semua pertanyaan yang masuk dijawab oleh Kabid Dikmen Dikpora Kota Denpasar maupun FORKOM OSIS kota Denpasar.
FORKOM OSIS juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MOS disalah satu sekolah negeri di Kota Denpasar dengan koordinasi dari OSIS yang mengajak para siswa baru untuk meneliti dan memperkenalkan objek-objek wisata di Kota Denpasar. Hal ini sebagai langkah baik dengan program MOS melakukan peningkatan kreativitas para siswa baru, yang nantinya dapat ditiru sekolah lainnya dalam mempersiapkan siswa membangun sumber daya manusia Denpasar yang tangguh dan berdaya saing. (db)
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026