Narasumber :
1. I Wayan Riyona - Kasi Perlindungan Konsumen Disperindag Kota Denpasar
2. IB Putra Wirabawa - Kabid Pengendalian Pencemar dan Pengolahan Limbah BLH Kota Denpasar
3. Hanny I.A M.Pd - PAUD Saraswati 2 Denpasar
4. IA Wedawati - Ketua Himpaud Kota Denpasar
5. Surya Anaya - Acting Director Bali Fokus
Penyiar : Bambang Hariyadi
Fasilitas PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang berwarna warni ternyata berpotensi memberikan paparan racun timbal berlebih, yang dapat berujung pada keracunan timbal dan menyebabkan gangguan tumbuh kembang serius pada anak-anak. Penggunaan cat bertimbal pada fasilitas PAUD merupakan sumber paparan timbal yang mudah memapari anak-anak. Beberapa diantaranya adalah penggunaan cat bertimbal pada alat permainan kayu dan logam, bangku-meja, perabot dan bangunan fasilitas PAUD lainnya.
WHO (World Health Organization) menetapkan setiap Tanggal 19-26 Oktober sebagai International Lead Poisoning Prevention Week (Pekan Internasional Pencegahan Keracunan Timbal). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat global mengenai bahaya penggunaan cat beracun timbal. Kerja kolaborasi BaliFokus, Yayasan Kakak, Gita Pertiwi, Clariant dan Indaco, Pemerintah Kota Denpasar dalam peringatan International Lead (Pb) Poisoning Prevention Awareness Week, Eliminating Lead in Paints (October 19th - 25th 2014)dengan melaksanakan kegiatan kampanye penghentian penggunaan cat bertimbal di kota Jakarta, Solo dan Denpasar, telah dilaksanakan dengan berbagai kegiatan seperti Radio Talk Show, Seminar, Ceramah, Diskusi, Pembagian Booklet, Brochure dan lain sebagainya.
Penelitian BaliFokus dan IPEN (jejaring yang beranggotakan 700 LSM di seluruh dunia, www.ipen.org), berjudul “Laporan Nasional Timbal dalam Cat Enamel Rumah Tangga di Indonesia”. mengungkapkan bahwa mayoritas cat dekoratif dan cat enamel yang beredar di Indonesia tidak aman bagi konsumen karena mengandung timbal pada tingkat yang membahayakan kesehatan manusia. Terungkap bahwa 77% cat enamel dan dekoratif mengandung timbal lebih dari standard aman, yakni di atas 90 ppm (part-per-meterkubik). Kadar timbal yang masih aman menurut WHO dan UNEP adalah di bawah 90 ppm pada cat. Temuan di pasaran umum, mayoritas kemasan produk cat yang ditemukan kandungan timbal tinggi tidak mencantumkan informasi mengenai adanya kandungan timbal maupun peringatan akan bahayanya bagi manusia. Hal ini merupakan ancaman serius pada konsumen, khususnya yang berpotensi memapari anak-anak, karena diasosiasikan dengan gangguan serius tumbuh kembang anak.
Dalam jumlah kecil sekalipun, paparan timbal dapat mengurangi kecerdasan dan prestasi belajar anak serta menimbulkan masalah perilaku. Beberapa akibat yang disebabkan oleh paparan timbal berlebihan/keracunan timbal pada anak-anak adalah: penurunan indeks kecerdasan atau IQ pada anak, penurunan konsentrasi, agresivitas yang meningkat, control syaraf/impulsive menjadi meningkat, dan diasosiasikan sebagai salah satu penyebab anemia pada anak. Karena itu, kadar timbal tinggi pada cat perlu menjadi perhatian serius bukan hanya bagi keluarga tapi juga bagi negara karena menyangkut kualitas generasi bangsa di masa depan. Dampak kesehatan yang terjadi dapat berpengaruh seumur hidup dan tidak bisa sepenuhnya disembuhkan.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, BaliFokus, Yayasan Kakak, Gita Pertiwi dan mitra kerja lainnya bermaksud mengajak semua pihak, pemerintah, pihak swasta, media, orang tua dan guru untuk menyadari bahaya yang dapat diakibatkan atas penggunaan cat bertimbal pada fasilitas PAUD, guna menciptakan masa depan anak Indonesia yang bebas dari racun timbal.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026