Menu

Mental Health : Pencegahan Menyakiti Diri Sendiri (Self Harm)

  • Kamis, 12 Oktober 2023
  • 2951x Dilihat

Self Harm merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk menyakiti atau melukai dirinya sendiri. Hal ini dilakukan karena pelaku tidak bisa mengungkapkan rasa sakit di hatinya, yang tidak bisa mereka lukiskan seberapa sakitnya, dan mereka juga tidak mengetahui sakitnya dimana. Dengan mengalihkan ke fisik, sakitnya terasa lebih jelas. Perilaku ini termasuk ke dalam penyakit kejiwaan dan perlu ditangani agar tidak memperparah keadaan. Dokter Nyoman Widhyalestari Parwatha, Sp.Kj selaku narasumber dari RSUD Wangaya dalam bincang talkshow bersama RPKD, Kamis (12/10) menjelaskan, Self harm bisa dilakukan dengan banyak cara misalnya ; melukai dirinya dengan menyayat tangannya, memukul kepala, menjambak rambutnya, menelan sesuatu yang berbahaya, dan dengan sengaja membuat dirinya lapar. Yang paling sering anak muda lakukan sekarang adalah cutting.(menyayat dirinya)
Adapun penyebab Self harm diantaranya ; karena putus asa, perasaan bersalah, memiliki pengalaman pahit dimasa lalu, mengalami diskriminasi, pernah menjadi korban kekerasan baik fisik, mental, seksual, kehilangan orang terdekat, pernah mengalami penelantaran dari orang tua.
Tanda - tanda perilaku self harm ; ada bentuk luka yang tidak wajar di lengan, paha atau dada berupa goresan, berpakaian tidak sesuai dengan situasi dan cuaca, menghindari aktivitas yang bisa mengekspos tubuh, kurang berinteraksi dengan sekitar, menyembunyikan benda yang berpotensi berbahaya. Menurut WHO, seseorang yang sering menyakiti diri sendiri memiliki tanda-tanda yang bisa dilihat, baik dari fisik maupun psikologis seperti berikut:

  • Terdapat luka sayatan di anggota tubuh tertentu, biasanya pada lengan.
  • Bersikap menutup diri di sekitar lingkungan sosial.
  • Kehilangan motivasi dan percaya diri, menjadi pertanda bahwa orang tersebut sedang tidak baik-baik saja.

Apabila dorongan melakukan self harm mulai muncul, Dokter Nyoman menyarankan agar penderita mengalihkan diri ke kegiatan fisik contohnya ; olahraga, bersih rumah dan menjauhkan diri dari benda tajam, mencari bantuan ke orang tua, sahabat untuk melakukan sharing.
Adapun terapi yang bisa dilakukan, langsung berkonsultasi untuk mendapatkan pertolongan ke psikiater untuk mengevaluasi masalah mental agar mendapat terapi yang tepat, apabila disertai depresi bisa mendapatkan pengobatan baik berupa obat maupun mendapatkan perawatan jalan atau rawat inap. selain terapi obat sebagai perlindungan dari emosi yang tidak stabil, olahraga dan terapi squeeze ball sangat direkomendasikan. Olahraga seperti push up, sit up, dan boxing bisa mengembalikan energi dan meningkatkan kesenangan dalam hidup. Kemudian, menggenggam es batu atau bola bisa menjadi alternatif agar tidak melukai anggota tubuh atau menyayat lengan.

Pewarta: I.G.A. Panca Wisnu Putra
Editor: Made Dwi Angga Pradika
Copyright © Radio Publik Kota Denpasar 2023