Menu

Menjelang Hari Raya Galungan, penyembelihan ternak babi diprediksi naik 20 - 40%

  • Sabtu, 28 Oktober 2017
  • 2140x Dilihat

Memaknai hari Penampahan Galungan yang jatuh sehari menjelang Hari Raya Galungan biasanya ditandai dengan tradisi mapatung atau mebat. Pada hari itu, umat Hindu menyembelih babi lalu memasaknya menjadi aneka olahan makanan khas bali: lawar, sate, komoh dan lainnya. Pengecekan terhadap stock dan ketersediaan ternak babi yang akan dipotong pada rumah potong hewan sudah mulai dipantau sejak sepekan jelang hari raya Galungan ini, dan dipastikan tidak ada masalah karena stock babi mencukupi untuk supply pasar selama hari raya.

Permintaan akan daging babi oleh konsumen / masyarakat melalui UPTt. Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar dirasakan semakin meningkat. RPH Kota Denpasar, menyiapkan tim dokter hewan untuk pemeriksaan ternak (babi) sebelum disembelih. Di lapangan, sudah ada tim pantau stock yang masuk ke rph. Setidaknya ada 3 hingga 4 orang dokter hewan yang akan memeriksa ternak. Efektif bertugas mulai 2 hari menjelang (h-2) hari penampahan Galungan.

Merujuk aturan dan seruan yang disampaikan oleh dinas peternakan dan kesehatan hewan provinsi bali nomor: 524.3/13241/kkpp/disnakkeswan, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan hewan atau dokter hewan berwenang di rumah potong hewan sebelum melakukan pemotongan ternak, antara lain:

1). Ternak/babi yang akan dipotong harus yang benar-benar sehat. Sebaiknya pemotongan dilakukan di rph/tph= tempat pemotongan hewan yang direkomendasikan oleh instansi berwenang di kabupaten/kota

2). Pengawasan dan pemeriksaan antemortum dan postmortum harus dilakukan terhadap ternak-ternak yang dipotong

3). Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi (kie) kepada masyarakat konsumen, agar dalam pangan asal hewan dilakukan dengan baik dan benar, tidak mengkonsumsi daging yang masih mentah, harus dimasak sempurna

4). Petugas berwenang di rph harus melaporkan hasil pengawasannya kepada walikota dan ditembuskan kepada dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet).

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan jika daging yang akan dikonsumsi masyarakat itu aman dan sehat. Penyakit yang paling diawasi dan diantisipasi pada ternak babi yang disembelih adalah parasit cacing pita. Penyakit ini biasa menyerang sapi dan babi. Tetapi dengan adanya manajemen peternakan yang sudah membaik di bali, namun belakangan ini penyakit parasit cacing ini sudah jarang ditemukan. Hal tersebut dikarenakan masyarakat sudah mulai sadar terhadap hygiene dan sanitasi di lingkungannya. Bagi peternak sistem kandang yang diterapkan pada peternakan juga sudah semakin baik. Berkat sosialisasi yang dilakukan secara berkesinambungan, serta atas kesadarannya sendiri, kini animo masyarakat untuk melakukan penyembelihan ternak, khususnya babi di rumah potong hewan (rph), nampaknya terus meningkat. Bahkan permintaan penyembelihan banyak dari perorangan, komunitas, perusahaan maupun kelompok-2 masyarakat seperti Koperasi, LPD, disamping beberapa kantor pemerintah sekitar denpasar.

Prediksi sementara penyembelihan ternak babi jelang hari raya galungan saat ini akan meningkat sekitar 20 - 40 persen. Dengan kondisi fasilitas mesin dan sdm yang dimiliki, upt. Rumah potong hewan siap melayani masyarakat sesuai dengan motto “sewaka dharma” yakni sebuah upaya bagi peningkatan pelayanan publik menuju layanan prima yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Denpasar

sumber : Dr. drh . Gede Nyoman Wiratanaya, M.Agb - Kepala UPT RPH Denpasar