Hari Kartini yang dirayakan setiap tanggal 21 April sebagai tonggak perjuangan wanita di Indonesia, pada kesempatan ini kami membahas tentang ‘Menjadi Ibu Cerdas ‘Smart Mom’. Bersama dengan nara sumber kami:
1. Ketua penggerak PKK Kota Denpasar, Ibu Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra
2. Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Denpasar, Ibu Gusti Agung Laksmi Dharmayanti
Penerapan program Smart City atau kota cerdas memberikan banyak manfaat, keunggulan bagi pemerintah dan juga masyarakat, karena konsep ini merupakan sebuah solusi untuk menyelesaikan sejumlah masalah di perkotaan dengan mengadopsi dan melibatkan tiga komponen penting yakni pemerintah dan masyarakat serta teknologi ke ranah yang lebih luas. Terkait dengan ibu cerdas atau smart mom, wanita Indonesia khususnya seorang ibu sekarang ini mempunyai peranan yang multifungsi, tidak hanya sebagai ibu yang hanya bisa mengurus anak, sebagai istri pendamping suami, manager rumah tangga, sebagai menantu, tetapi seorang ibu juga dituntut bisa melaksanakan urusan eksternal lainnya sebagai ibu bekerja, karyawan, bahkan atasan di kantor, menjalankan usaha, bersosialisasi di masyarakat apalagi wanita Bali yang kental dengan adat dan budaya Bali.
Ketua penggerak PKK Kota Denpasar, Ibu Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra dalam talkshow bersama 92,6 Radio Publik Kota Denpasar menjelaskan bahwasannya semua ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk keluarganya, tetapi seorang ibu juga manusia biasa yang mempunyai keterbatasan. Seorang ibu juga bisa stres, jenuh dengan segala rutinitas yang dijalankan,apalagi dengan tuntutan jaman yang semakin modern. Sehingga untuk dapat menjalanan berbagai peranannya tersebut sesuai dengan kemampuannya, seorang ibu dituntut untuk cerdas atau smart. Umumnya, kalau mendengar kata cerdas atau smart untuk wanita ataupun ibu, anggapan kita pasti tertuju pada seorang wanita berpendidikan tinggi dengan titel dan jabatan yang tinggi pula, dengan gaya hidup dan menggunakan peralatan yang serba modern. Pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pendidikan dan jabatan yang tinggi belum tentu menjamin bisa mengelola keluarga dengan baik, bahkan saat ini banyak ibu rumah tangga biasa yangmampu sebagai ibu cerdas atau smart mom.
Menjadi ibu yang cerdas atau ‘smart mom’ itu adalah menjadi ibu yang mampu mengelola rumah tangganya dengan baik, mampu mengerjakan semua tugas dan kewajibannya, membuat keluarga, orang-orang di sekitarnya serta dirinya sendiri merasa nyaman dan bahagia. Menjadi ibu yang cerdas/smart tidak harus mengerjakan semua peranannya tersebut dengan sempurna secara berbarengan, tetapi menjadi ibu yang cerdas atau smart itu, hanya memilih beberapa peran saja yang dianggap prioritas dan mampu untuk dikerjakan sendiri, sementara peran-peran lainnya bisa dilaksanakan dengan dibantu oleh keluarga, orang yang tepat, memanfaatkan fasilitas pendukung di sekeliling kita, serta memanfatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyempurnakan segala urusannya tersebut.
Ketua penggerak PKK Kota Denpasar menambahkan untuk menjadi ibu cerdas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Keluarga merupakan hal utama yang harus diperhatikan untuk menjadi ibu cerdas. Sebagai ibu bekerja, kondisi ini tentu saja akan sedikit berbeda dengan ibu rumah tangga, dimana segala sesuatunya memang harus disiapkan dengan cermat, seperti halnya menyiapkan makanan untuk keluarga. Agar sarapan dapat disiapkan dengan cepat ibu dapat memasak makanan yang simpel dengan bumbu-bumbu dan bahan-bahan yang sudah disiapkan sebelumnya dan ditaruh di dalam kulkas, atau memasak makanan yang tahan lama dan disimpan di kulkas tinggal menghangatkan saja, tentunya dengan menu yang bervariasi.
2. Untuk urusan antar jemput anak sekolah, bila memungkinkan ibu dapat menjemputnya sendiri, atau minta bantuan keluarga atau jasa antar jemput yang memang dikenal dan terpercaya.
3. Dalam hal belajar, ibu dapat membantu anak-anaknya belajar memahami materi pelajaran dari buku-buku sekolah, atau mengajak teman-temannya untuk belajar bersama di rumah, atau dengan mengikutsertakan les pelajaran tertentu.
4. Permudah hidup dengan menggunakan fasilitas alat komunikasi dan internet.
Jaman modern sekarang ini, berbagai peralatan modern pun tersedia, ibu-ibu dapat memanfaatkannya secara bijak untuk membantu urusan keluarga. Seperti halnya telepon, untuk mengetahui kondisi anak, suami, ibu dapat berkomunikasi melalui telepon bahkan melihat langsung dengan video call. Untuk menambah berbagai pengetahuan tentang pendidikan, kesehatan, kecantikan, makanan, berbelanja serta informasi penting lainnya, ibu bisa dapatkan melalui internet, dan bersosialisasi melalui media sosial yang tersedia. Walaupun demikian, ibu harus cerdas dan bijaksana didalam menyikapi berbagai informasi tersebut.
5. Menjadi ibu yang cekatan dalam mengurus rumah tangga sangatlah baik, namun kita tidak boleh lupa bahwa kita juga makhluk sosial yang hidup dalam lingkungan masyarakat. Apalagi perempuan Bali yang kental dengan adat dan budaya, kita harus mengtur waktu untuk bersosialisasi dengan mengikuti berbagai kegiatan di banjar, pura, keluarga terdekat dan masyarakat di lingkungan kita.
6. Selain cerdas di dalam mengelola keluarga dan bermasyarakat, ibu juga harus cerdas didalam mengelola suasana hatinya sendiri, karena rutinitas juga menyebabkan ibu jenuh bahkan stress. Jadi sesekali manjakan diri dengan melakukan perawat tubuh, kecantikan di rumah atau tempat perawatan, serta berolahraga secara rutin. Untuk menjaga kehormonisan keluarga dapat dilakukan dengan mengajak ngobrol tentang sekolah, pekerjaan bersama anak dan suami di meja makan, ruang keluarga atau adakan kegiatan bersih-bersih rumah, mendekor ulang rumah bersama keluarga, atau ibu sekali waktu dapat mengajak keluarga untuk refreshing ke tempat-tempat wisata.
Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kota Denpasar, Ibu Gusti Agung Laksmi Dharmayanti menjelaska program-program yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar yang dapat membantu dan mendukung ibu-ibu sebagai ibu cerdas atau smart mom ini sangat banyak misalnya pelatihan wanita tani , dari dinas lingkungan hidup yaitu pelatihan pemanfaatan limbah sampah, pelatihan IT kepada pemepuan yang memiliki hom industry, pelatihan untuk meningkatkan peranan wanita di politik dan peranan publik, kegiatan tahunan juga bersama PKK yaitu penanaman pohon , serta banyak pelatihan lainnya seperti tatarias, pelatihan membuat banten , kue, industry usaha usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang diberikan kepada ibu ibu untuk menjawab tantangan hidup di masa ini selain bagaimana wanita melakukan perannya baik itu peran secara domestic maupun publik(*erd).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026