Menu

MENGENAL DIABETES MELITUS

  • Kamis, 09 Juni 2016
  • 1356x Dilihat

Kamis, 9  Juni  2016

Topik                     : “Diabetes Melitus (Kencing Manis)”

Narasumber       : dr. Dewi Catur Wulandari, Sp. PD (Dokter Penyakit Dalam)

Penyiar                : Beny Cahayadi

 

 

Menjaga kesehatan di masa sekarang memang sangat penting, apalagi menyangkut tentang pola makan dan gaya hidup dari masyarakat yang cendrung konsumtif, ingin praktis dan instant. Sehingga mudah terserang berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan lainnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah mudahnya terserang penyakit Diabetes Melitus (Kencing Manis) yang biasa menyerang pada kebanyakan masyarakat Indonesia. Yang dimaksud dengan penyakit Diabetes Melitus ini menurut American Diabetes Association (ADA) tahun 2010, dan dijabarkan kembali oleh dr. Dewi Catur Wulandari, Sp.PD (Dokter Penyakit Dalam) RSUD Wangaya, adalah penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun kedua – duanya. Diabetes mellitus adalah penyakit kronis atau menahun yang akan diderita seumur hidup. Walaupun tidak bisa disembuhkan tapi penyakit ini bisa dikontrol dan dikendalikan, dengan catatan setiap orang atau penderita wajib menerapkan pola hidup sehat. Seperti dalam memilih asupan makanan yang dikomsumsi, haruslah memenuhi standar kesehatan khusunya bagi penderita diabetes ini agar insulin dalam tubuh tetap terjaga.

Yang dimaksud dengan insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh sel beta pankreas yang berfungsi untuk mengatur kadar gula dalam darah agar tetap normal. Penderita diabetes mellitus di Indonesia, dari data tahun 2000 tercatat ada sekitar 8,4 juta penderita diabetes mellitus, sedang badan kesehatan dunia  WHO memprediksi akan terjadi peningkatan terhadap penyandang penyakit ini menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Gejala yang bisa terlihat dari seseorang penderita diabetes mellitus ini ada beberapa hal yang mengidentifikasinya, seperti ;

-          Gejala klasik atau disebut 3 P, yaitu ; Polifagia (banyak makan), Polidipsia (banyak minum), Poliuri (banyak kencing), disertai penurunan berat badan

-          Gejala tidak khas, yaitu ; badan lemah, kesemutan, lesu, cepat merasa lelah, mata kabur, gatal – gatal di kemaluan, luka sulit sembuh, impoten (disfungsi ereksi).

Jika diidentifikasi seperti gejala – gejala tersebut maka segera waspadai dan periksakan kadar gula yang ada dalam darah, untuk memastikan diagnosenya. Orang penderita diabetes mellitus ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa, rentan usia > 45 tahun, namun sebagian kecil juga terjadi pada anak – anak, selain itu juga dilihat dari riwayat keluarga atau orang tua penderita diabetes mellitus, serta bias juga menyerang ibu hamil, terutama yang bermasalah dengan berat badan atau mengalami masalah dengan berat badan (obesitas). Sehingga diharapkan masyarakat dalam menerapkan pola hidup harus sesuai asupan gisi dan ketahanan tubuhnya, dan selalu menjaga makanan dan berolahraga yang cukup.