Rabu, 27 April 2016
Topik : “Membangun Start Up Bisnis”
Narasumber : - Krisna ( anggota JCI Bali )
- Dodi ( anggota JCI Bali )
Penyiar : Beny Cahayadi
Junior Chamber International Chater Bali (JCI) Bali saat ini konsern pada perkembangan “Start Up Bisnis” yang sedang banyak bermunculan, dimana pengertian dari start up bisnis ini adalah sebuah institusi yang dibuat atau dirancang untuk menciptakan produk atau jasa dalam situasi yang tidak menentu, atau istilahnya dalam keadaan yang tidak terduga dan berbeda dengan bisnis konvensional lainnya, serta lebih fokus pada bidang IT. Namun bisa diimplementasikan dalam bisnis industry, dan bisnis konvensional sebagainya. Dapat juga dikatakan start up bisnis ini merupakan komunitas atau institusi usaha global yang didalamnya bergabung beberapa anak muda dan membangun ide bisnis untuk membentuk suatu usaha bersama yang bertujuan untuk mengubah dunia. Start up yang dibahas disini adalah mengenai produk digital, bisa dalam bentuk online atau berupa aplikasi yang memudahkan orang menyelesaikan setiap masalahnya. Semua lapisan masyarakat atau siapapun dapat memulai start up ini, karena tidak harus memerlukan modal yang tinggi, cukup melalui ide usaha kreatif yang dibuat atau dibentuk dan dikembangkan bersama, yang tentunya permodalan dapat lebih diukur dari perencanaan yang baik pula. Selain itu ada 3 element penting dalam pembentukan start up ini, yaitu Hafter (desainer atau yang bertugas mendesain), Hacker (programing atau yang merencanakan/memprogram), Hassler (konsern pada strategi penjualan / marketingnya). Mereka inilah yang kemudian membentuk kelompok sendiri dan yang nantinya difasilitasi oleh badan ekonomi kreatif dari pemerintah sehingga terbentuk suatu usaha mandiri. Start up bisnis jangka panjangnya bisa menjadi sebuah perusahaan.
Karena tingkat konsumtif dari orang – orang Indonesia yang sangat tinggi, membuat banyak anak muda Indonesia yang kreatif memanfaatkan teknologi sebagai lahan bisnis. Dari JCI sendiri dalam start up bisnis ini berperan mewadahi dan memberikan masukan, atau mendorong secara moral melalui seminar atau sosialisasi kepada setiap individu yang ingin mengembangkan, atau membangun sebuah unit usaha yang bisa menggunakan dan memanfaatkan teknologi.
Dalam membentuk suatu usaha tentu ada persaingan bisnis dan perbedaan dalam mekanismenya. Seperti halnya perbedaan UMKM dengan start up bisnis, yang terpusat pada modal usaha dan perencanaannya. Dimana UMKM modal usahanya lebih banyak seperti usaha konvensional pada umumnya, sedangkan start up ini yang penting membuat produk dan menghasilkan modal dari produk tersebut, serta bermanfaat bagi masyarakat. Ada beberapa pendanaan start up, seperti shit funding/shit rown yaitu dana dari suatu usaha yang baru mulai dan biasanya berasal dari keluarga serta nominalnya pun kecil, ada juga yang disebut angel rown/angel investor ini lebih besar dari shit funding karena harus membiayai atau aktif minimal 2 tahun start up. Dan jika selama 2 tahun start upnya berhasil maka akan berlanjut, tapi jika tidak maka start up atas usaha itu akan terpuruk. Yang terpenting dalam menjalankan start up bisnis ini adalah fokus pada perencanaan, dan matang dalam pelaksanaannya.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026