Menu

MELALUI HARI PERS NASIONAL 2016 IKUT SERTA MENDIDIK MASYARAKAT UNTUK CERDAS DAN SELEKTIF DALAM MEMILIH DAN MENYIKAPI BERITA

  • Senin, 15 Februari 2016
  • 679x Dilihat

Tanggal & Waktu  : Senin,15 Februari2016 & Pk.09.00 – 10.00 Wita

Tema                    : Melalui Hari Pers Nasional 2016 ikut serta mendidik masyarakat untuk cerdas dan selektif dalam memilih dan menyikapi berita

Narasumber         : Bapak Rahoela selaku Kabag Humas dan Protokol Setda kota Denpasar

                                                  Bapak Dwi Kora selaku Ketua PWI Bali

                Penyiar                : Ratna

Perkembangan pers saat ini luar biasa dan dashyat seiring perkembangan jaman dan perkembangan teknologi, dalam hal ini jargon pers pun perlu ditegaskan, bukan semata-mata kebebasan pers melainkan kemerdekaan pers dalam artian bebas terbatas, karena harus sesuai dengan aturan-aturan, perundang-undangan, ada ideologinya dan aturan main yang harus terpenuhi, aktivitas pers harus ada konteks tanggungjawab, dan sesuai dengan kode etik yang mengatur lalu lintas perkembangan pers, inilah yang disebut kemerdekaan pers.

Bapak Rahoela selaku Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar dalam talkshow 92,6 RPKD FM  mengatakan bahwa hubungan pers dengan pemerintah kota Denpasar terjalin sangat baik, kerjasama yang sangat baik, saling memberikan informasi, dan berdiskusi bersama. fungsi pers sebagai kontrol pemerintahpun berjalan dengan baik. ada sedikit perbedaan  antara produk pers kehumasan dengan produk pers jurnalistik, berita humas disesuaikan dengan misinya yaitu memberikan informasi tentang program, kegiatan, hasil-hasil, tujuan, dengan masksud agar masyarakat mengetahui dan kemudian menimbulkan serta membangkitkan partisipasi masyarakat ikut serta membangun Kota Denpasar melalui Pro Denpasar yang dikelola oleh Diskominfo Kota Denpasar, sebagai website pengaduan dimana masyarakat bisa menyampaikan keluhan, kritik, serta suaranya terhadap pelaksanaan layanan publik dan pembangunan di Kota Denpasar

Peran pers salah satunya untuk mencerdaskan masyarakat mencakup segala aspek kehidupan, dalam konteks ini wartawan sebagai pembuat berita harus paham kode etik, dengan demikian akan bisa memunculkan produk pers yang objektif, berimbang dan independent. Saat ini ada banyak media baik cetak maupun elektronik untuk menyampaikan berita, disini pers mempunyai peran yang sangat besar untuk memberikan berita yang up date, terpercaya. Dalam hal ini pers juga senantiasa berupaya mendidik masyarakat untuk cerdas dalam memilih dan menyikapi berita tentang pers misalnya dengan literasi media, agar  masyarakat tahu dan memahami. Masyarakat juga berhak menyikapi produk pers melalui hak koreksi dan hak jawab demikian dijelaskan Bapak Dwi Kora selaku Ketua PWI Bali.

Dinamika perkembangan pers yang luar biasa, masyarakat juga harus cerdas membedakan antara produk jurnalistik dan produk curhatan masyarakat di media sosial, produk masyarakat yang merupakan curahan pencerahan dan produk konsumsi publik lainnya.Dalam hal ini masyarakat harus lebih jeli dan teliti memilih dan memilah serta tidak mengkonsumsi sajian publik dengan mentah–mentah, apabila berita tersebut tidak berimbang maka janganlah dipercayai, jangan terpaku pada brand media, jangan langsung percaya karena mungkin saja berita tersebut tidak akurat, valid, dan bahkan tendensius. Bijaksanalah di dalam melilih berita (erd).