Meningtis Streptococcus Suisdi Bali muncul ketika ada kasus yang beberapa waktu yang lalu merebak di Kabupaten Badung yang diidentifikasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali disebabkan oleh bakteri yang bernama Streptococcus Suis berdasarkan hasil uji Lab dari pasien yang mengkonsumsi makanan dari daging babi.
Ka. UPT Rumah Potong Hewan Kota Denpasar, Dr. Drh. Gede Nyoman Wiratanaya, M.Agb menjelaskan bahwa agar terhindar dari penyakit Meningtis Streptococcus Suis sebaiknya sangat memperhatikan dalam pengolahan daging, bukan hanya daging babi jadi daging apapun harus diproses dengan baik dan benar. Dalam kasus meningitis ini kemungkinan terjadi karena dimasak tidak sempurna bahkan setengah matang atau mentah, sehingga muncullah kasus Meningtis Streptococcus Suis setelah orang mengkonsumsi daging yang tercemar. Ibu Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar , Drh. Ida Ayu Sri Martini dalam Live Talkshow bersama Radio Publik Kota Denpasar 92,6 FM menjelasakan bahwa Meningtis Streptococcus Suis ini memang endemis pada babi yang artinya penyakit yang biasa muncul pada ternak babi, kalau pada babi penularannya menyerang anak babi penularannya bisa menurun dari induk yang menderita Meningtis akibat bakteri Streptococcus Suis, kemudian penularan yang lain juga lewat inhalasi / pernafasan atau kontak antara babi yang sehat dengan babi yang sakit, penularan juga bisa lewat kulit, kulit yang dalam kondisi luka bisa tertular Streptococcus Suis. Kalau dari investigasi yang dilakukan oleh Balai Besar Veteriner terhadap lingkungan dari babi yang terindikasi menginfeksi korban-korban meningitis di Kabupaten Badung tidak ditemukan Bakteri Streptococcus Suis disekitar kandang.
Ka. UPT Rumah Potong Hewan Kota Denpasar, Dr. Drh. Gede Nyoman Wiratanaya, M.Agb dalam wawancara menambahkan menjelang hari raya Galungan & Kuningan biasanya harga daging babi mengalami kenaikan dan daging babi bahkan menjadi pasokan utama, namun dalam situasi seperti ini peternak termasuk juga para jagal mengeluh dan mengalami imbasnya karena dari masyarakat takut untuk mengkonsumsi daging babi. Sesungguhnya penyakit pada hewan babi ini bisa tertular kepada manusia karena merupakan salah satu zoonosis yang pada intinya terjadi karena kontaminasi berupa sistem pola hidup dan cara mengkonsumsi suatu bahan pangan asal hewan. Selama kita melakuan perlakuan yang benar terhadap hewan baik itu cara hidup dengan hewan dan cara menkonsumsi mengkonsumsi bahan pangan hewani maka akan aman-aman saja sehingga tidak perlu takut terkontaminasi penyakit ini. Sebagai masyarakat yang cerdas dan berwaspada, marilah bijak dalam mengkonsumsi misalnya dalam budaya ngelawar, mebat, membuat makanan khas bali ayolah mulai dengan cara hegienis. Sebelum dikonsumsi barangkali tidak akan mengurangi rasanya. Memberikan sosialisasi kepada para jagal di RPH Kota Denpasar agar beternak dan membeli babi yang sehat. Di RPH ada Dokter hewan yang tersertifikasi untuk melakukan pengujian dan memeriksa babi babi yang akan dipotong.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Drh. Ida Ayu Sri Martini menjelaskan Dinas Pertanian Kota Denpasar telah melakukan berbagai upaya untuk menjamin keamanan daging babi yang akan dikonsumsi oleh masyarakat yaitu sejak kasus ini merebak di Bali, tim Dinas Pertanian Kota Denpasar langsung turun kelapangan melakukan desinfeksi, membekali masyarakat termasuk peternak dan pembagian desinfektan agar membersihkan sendiri kandangnya secara rutin dan berkala, melakukan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada peternak tentang bagaimana mencegah Streptococcus Suis, disamping itu Pemerintah Kota Denpasar melalui pemeriksaan organoleptik di pasar - pasar wilayah Kota Denpasar yang berasal diluar Rumah Potong Hewan Kota Denpasar dan sepanjang pelaksanaan pemeriksaan organoleptik di Kota Denpasar belum ada ditemukan penyakit ini.
Agar penyakit Meningtis Streptococcus Suis ini tidak semakin menjalar Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar , Drh. Ida Ayu Sri Martini mengajak masyarakat khususnya peternak agar selalu menjaga sanitasi dari kandang dengan melakukan desinfeksi secara rutin dan berkala, jika menemukan kelainan pada hewan ternak harus segera menghubungi dokter hewan , Kota Denpasar telah memiliki Puskeswan jadi peternak bisa datang dan memeriksakan hewan ternaknya disana, dan demi kenyamanan serta keamanan dari zoonosis mari tingkatkan kesadaran untuk melakukan pemotongan hewan di UPT Rumah Potong Hewan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, ada Dokter Hewan yang akan melakukan check-up terhadap kondisi hewan yang akan dipotong untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan (*erd).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026