Launching FTV " Widya Jemari Jiwaku Menari "
Koordinator kegiatan kesejahteraan sosial ( KKKS ) kota denpasar merilis sebuah FTV inspiratif yang bertajuk “Widya Jemari Jiwaku Menariâ€. Ftv yang dibintangi oleh gadis tuna rungu ini di rilis pada hari Minggu, 9 Juni 2013 di Hotel Aston Denpasar.
Acara launching ftv ini dihadiri oleh Walikota Denpasar dan ketua KKKS Kota Denpasar. Dalam sambutannya Walikota Denpasar memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada KKKS Kota Denpasar dan crew yang telah bersusah payah melaksanakan shooting. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan oleh KKKS Kota Denpasar dalam rangka mengangkat potensi yang yang di miliki oleh para penyandang disabelitas tuna netra maupun tuna rungu yang bertujuan untuk menunjukkan pada masyarakat luas maupun keluarga penyandaang disabelitas untuk menghilangkan anggapan bahwa penyandang disabelitas adalah beban masyaraat maupun keluarga,namun sejatinya mereka memiliki potensi yang dapat dikembangkan.
Ketua KKKS Kota Denpasar I.A Selly Dharma Wijaya Mantra mengatakan bahwa film ini dibuat sebagai sebuat motivasi kepadapara penyandang disabel untuk tetap semangat menjalani kehidupan.
Film yang disutradarai oeh Rahtut dan Ricky ini menggambarkan kisah seorang gadis tuna rungu yang bercita cita menjadi penari yang mahir. Sebuah impian yang mustahil terwujud karena untuk bisa menarikan sebuah tari bali dengan baik mesti berpedoman dengan tetabuhan yang mengiri. Sebuah tekad untuk menjawab cemooh dan penolakan orang disekitarnya termasuk ibu kandungnya. Widya ingin menununjukkan bahwa keterbatasan yang ada bukan untuk disesalillu terpuruk meratapi nasib. Namun dalam keterbatasan yang dimiliki, widya mampu melakukan hal yang mungkin orang normal pun tidk semua bisa melakukannya. Kasih saying sang ayah, adik, persahabatan dan harapan bisa membuat widya mencapai cita citanya.
Lewat alur cerita ftv ini mampu menyampaikan pesan moral bahwa para penyndang disabel tidak menginginkan rasa iba dan belas kasihan, tapi motivasi dan kesempatan untuk menjalani hidup dan sejajar dengan manusia normal. Semoga semakin banyak Widya – Widya lain yang punya semangat dan kemauan tinggi menggali kelebihan dibalik keterbatasannya. Semoga semakin banyak masyarakat yang peduli dan mendukung.