Dengan mengangkat tema “Ngerebong”, Denpasar menghadirkan harmoni antara spiritualitas, seni, dan kreativitas yang luar biasa. Ngerebong sendiri bermakna berkumpul atau bertemu, sebagai simbol pertemuan antara sekala dan niskala, serta wujud doa untuk penyucian bumi dan keseimbangan energi semesta. Parade dibuka dengan pawai gebogan simbolisasi persembahan kepada alam semesta untuk keharmonisan, diikuti dengan tari anak-anak membawakan lagu Putri Cening Ayu diiringi gong suling, hingga kostum karnaval yang terinspirasi dari penjor hias di pura pengrebongan.
Barisan Rejang Poleng menggambarkan prosesi Ngerebong dan kerauhan, simbol keseimbangan dalam konsep Tri Hita Karana. Puncaknya, penampilan ogoh-ogoh hadir sebagai lambang pembersihan dan semangat pembaruan diri, diiringi dentuman gamelan balaganjur yang menggugah semangat. Peed Aya tahun 2025 dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, hadir pula Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali, Bupati dan Walikota Se-Bali dan undangan lainnya.
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026