Tennis elbow merupakan salah satu cedera olahraga biasanya terjadi pada olahragawan yaitu pada olahraga yang memakai raket atau tongkat seperti bulu tangkis, golf, memancing dan khususnya pemain tennis. cedera Tennis elbow ini juga sangat beresiko pada pekerja montir listrik, tukang kayu, penjahit dan penjual minuman yang sering membuka tutup botol, tukang bangunan dan lain sebagainya. Tennis ellow ini dapat dikatakan sebagai sua8tu kondisi dimana siku bagian luar yang terdapat tendon ekstensor carpi radialis mengalami nyeri akibat peradangan atau iritasi yag disebabkan karena penggunaan berulang dari sendi siku. penggunaan berulang dari sendi siku saat memukul akan mengakibatkan kontraksi otot secara terus menerus.
Bulan mahasiswi FK unud saat talkshow bersama 92,6 RPKD FM menjelaskan Cedera tennis elbow ini terjadi secara perlahan-lahan dan menjadi progresif. Ada beberapa type tennis elbow antara lain :
- Type I : peradangan pada tendon exstensor carpi radialis longus
- Type II : peradangan pada tendonperiosteal exstensor carpi radialis brevis
- Type III : peradangan pada tendonmuscular junction exstensor carpi radialis brevis
- Type IV : peradangan pada muscle belly exstensor carpi radialis brevis
Tanda gejala yang sering dialami oleh penderita tennis elbow antara lain :
1. Adanya nyeri kira-kira 1-2 cm di daerah lateral dari sendi siku tepatnya di area epycondylus lateris humeri yang menjalar hingga lengan ats dan bawah
2. Terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktivitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang sampai ketidakmampuan melakukan aktivitas mengocok suatu benda serta nyeri bagian siku lainnya
Maya mahasiswi FK unud menjelaskan Pengobatan pada cedera elbow diberikan segera setelah timbul gejala-gejala tennis elbow atau setelah operasi, hal ini dimaksudkan agar penderita tennis elbow dapat meminimalkan efek yang dapat mengganggu aktifitas dan meningkatkan fungsi dari sendi siku. Rehabilitasi ini meliputi tiga fase yaitu :
1. Fase akut : pada fase ini pengobatan dilakukan agar cedera tennis elbow tidak bertambah berat untuk mengurangi nyeri yang terjadi. Pada fase ini dilakukan RICE yaitu:
- Rest : hal ini dilakukan untuk mengistirahatkan bagian siku yang mengalami cedera sehingga tidak memperberat cedera yang terjadi
- Ice : es digunakan untuk mengurangi nyeri yang terjadi, kompres atau seprot es dilakukan selama 15-30 menit dan diulang 2-3 kali
- Compression : dilakukan dengan memberikan tekanan pada siku bagian luar dengan counter force brace. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan pembengkakan
- Elevasi dilakukan dengan meninggikan siku lebih tinggi dari level jantung untuk memperbaiki venous return sehingga pembengkakan dapat diminimalkan.
Pada fase ini juga diberikan obat analgesic dan anti NSAIDs untuk mengurangi inflamasi, pemberian modalitas fisioterapi, stimulasi listrik untuk mencegah atrofi dan melancarkan peredaran darah dan stretching wrist and hand untuk meningkatkan fleksibelitas.
2. Fase subakut (14-21 hari) yaitu pada fase ini nyeri timbul apabila melakukan aktivitas saja dan diberikan tahanan. Pengobatan yang diberikan adalah rest, ice, compression, obat analgesic dan NSAIDs, modalitas fisioterapi, latihan ROM pasif dan strengthening
Pencegahan sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera tennis elbow. Hal-hal yang dilakukan antara lain latihan untuk memperkuat otot – otot lengan bawah serta memerlukan pengetahuan dasar yag sangat penting dalam melakukan kegiatan fisik apapun sehingga dapat menghindari gangguan pada sendi yang dapat menimbulkan tennis elbow (*erd).