Menu

HATE SPEECH DAN BERITA HOAX DI MEDIA SOSIAL

  • Jumat, 03 Juni 2016
  • 1105x Dilihat

Talkshow  Miss  Internet,  Jumat  03  Juni  2016

Tema                :  HATE  SPEECH  DAN  BERITA  HOAX   DI MEDIA SOSIAL.

Narasumber   :  Ria  Asteria  Runner  Up  I  Miss  Internet  Bali  2015.

Host                  :  Wisnu

    Dewasa ini  seringkali  kita  menerima email yang memperingatkan akan adanya ancaman dari suatu virus computer, atau warning sejenis  lainnya. Namun demikian, seringkali warning ini  tidaklah benar adanya, melainkan sekedar ingin membuat orang menjadi cemas dan panik, contohnya HOAX  dan  Hate Speech.

    Menurut  Ria Asteria selaku Narasumber kita, HOAX merupakan berita palsu yang memanfaatkan  iktikad baik  dari pembaca,  yang datang baik dari email maupun sosial media   yang tidak jelas kebenarannya,  berita tersebut disebarluaskan mengakibatkan  lalu lintas peredaran  data di internet  menjadi  makin  padat. Cara mengetahui  berita HOAX  yang di kirim melalui  pesan , email, maupun media sosial lainnya dengan cara  mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

    Selain  HOAX, Ria Asteria selaku Narasumber juga menjelaskan tentang Hate Speech yang merupakan perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang di larang karena dapat memicu terjadinya kekerasan dan sikap prasangka entah dari pihak pelaku  yang  memberikan  pernyataan  ataupun korban dari tindakan tersebut.

     Surat Edaran ( SE ) yang mengatur tentang Hate Speech  di keluarkan oleh KaPolri Jendral Badrodin Haiti nomor :  SE/6/X/2015  tentang Penanganan Ujaran Kebencian  ( Hate  Speech ) yang di keluarkan pada tanggal 8 Oktober 2015, yang bertujuan  untuk menindak para pengguna media sosial yang mengutarakan kebencian hingga menimbulkan konflik sosial, serta ancaman hukuman yang dapat menjerat para pengguna media sosial ketika di anggap bersalah. Selain  SE/6/X/2015, ada juga UU ITE  pasal 27 ayat ( 3 ) dan pasal 28 ayat ( 2 ) yang dapat menjerat para pengguna sosial media yang menyebarkan kebencian, maupun mencemarkan nama baik seseorang, tapi selama pendapat atau kritik yang di sampaikan memiliki data dan informasi yang mendukung, hal tersebut  dibenarkan.  namun , jika pesan kebencian yang di sampaikan sifatnya sudah menghasut  ke  arah kriminal, hal itu  patut di tindak secara hukum.

     7  contoh  tindakan yang bisa di sebut  Hate  Speech  di media sosial antara lain :

1.      Membuat   Akun  Haters

2.      Menyambungkan  Berita  dengan  Praduga  yang  Ngawur

3.      Share  Berita  yang  Sumbernya  tidak  Jelas

4.      Screen  Capture  Sembarangan  kemudian  disebarkan

5.      Membuat   Meme

6.      Spamming

7.      Memakai   Istilah Kesehatan  di Situasi  yang  kurang   Tepat.

Pesan serta himbauan  Narasumber terkait dengan  HOAX  dan  Hate Speech kali ini  adalah   mengajak dan menghimbau kepada seluruh warga kota untuk berhati - hati mengakses  informasi  yang di dapat di dunia internet. Dengan berhati – hati  tentu kita akan mendapatkan manfaat  yang  lebih  banyak  dari  keberadaan internet itu sendiri. ( GP )