Menu

GERAKAN NASIONAL REVOLUSI MENTAL

  • Selasa, 26 Januari 2016
  • 1752x Dilihat

Data Transparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dengan 177 skor, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32, di bawah Ethiopia yang berada pada posisi 111.

Kondisi ini tentu saja membuat resah masyarakat Indonesia sendiri, melihat perilaku, sikap serta mentalitas kita yang saling serobot di jalan raya, tidak mau antre, kurang penghargaan terhadap orang lain, hal ini menandakan telah terjadi gejala:

1. Krisis nilai dan karakter

2. Krisis pemerintahan: pemerintah ada tapi tidak hadir, masyarakat menjadi obyek pembangunan

3. Krisis relasi sosial : gejala intoleransi.

Situasi ini membutuhkan perubahan mentalitas secara revolusioner, kolaborasi masyarakat dan swasta yang didukung oleh pemerintah, dimulai saat ini dan berawal dari diri sendiri, dilakukan bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

Pemimpin bangsa Indonesia, presiden Jokowi mengambil tindakan proaktif untuk mengatasi kondisi ini melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk mengangkat kembali karakter bangsa yang telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner).

Gerakan Nasional ini didukung oleh suatu konsorsium yang terdiri dari para tokoh nasional (birokrasi pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, seniman, budayawan dan banyak lagi), dan diharapkan akan terus menyebar menjadi gerakan-gerakan masyarakat di tingkat lokal dan komunitas di seluruh Indonesia. Intinya, penggerak Revolusi Mental adalah kita, seluruh bangsa Indonesia.

Tujuh Butir Program Gerakan Nasional Revolusi Mental Indonesia Baru :

  1. Negara harus hadir ditengah-tengah masyarakat. Bukan hanya memerintah, tetapi juga melindungi dan melayani.
  2. Indonesia bukan sekedar negara kaya, tetapi juga serba bisa. Bisa mandiri, dan bisa mencukupi kebutuhan pokoknya sendiri. Dengan kekayaan sumber daya alam yang kita miliki.
  3. Indonesia adalah teladan dalam hal toleransi dan pembauran, karena perbedaan adalah kekayaan bangsa.
  4. Indonesia harus bisa menggenggam dunia, pendidikan yang baik menjadi kuncinya. Dan itu harus menjadi tanggung jawab bersama.
  5. Indonesia adalah negara yang makmur diatas fondasi ekonomi kerakyatan, bukan ekonomi yg dikuasai segelintir orang.
  6. Indonesia adalah bangsa terhormat dan tidak bersedia menjadi budak bangsa lain.
  7. Indonesia adalah bangsa yang membanggakan dan penuh prestasi, Indonesia bukan bangsa rendah diri.

Nilai-nilai strategis Revolusi Mental :

a.    Integritas :

1)  Kewargaan :

-     Bersih

-     Antri

-     Hak disable

-     Hak pejalan kaki

-     Aman berkendara

2)  Dapat dipercaya :

-     Anti memberi dan menerima suap

b.    Etos kerja :

1)    Profesional :

-     Cepat tanggap

-     Tepat Waktu

-     Tidak menunda pekerjaan

2)    Mandiri:

-     Cinta produk Indonesia

3)    Kreatif :

-     Melakukan inovasi

-     Anti mencontek

-     Life-long learning

c.    Gotong royong :

1)    Saling menghargai :

-     Sopan santun

-     Menerima perbedaan

-     Anti kekerasan

-     Anti Diskriminasi

2)    Gotong royong :

-     Tolong menolong

-     Kerja sama

-     Kerelawanan

Gerakan Nasional ini mendapat tanggapan positif Pemerintah Kota Denpasar melalui Deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Graha Sewaka Dharma pada 7 Januari 2016 lalu bersama DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Denpasar, Sabha Upadesa serta unsur akademisi Kota Denpasar. Terdapat 18 karakter yang harus dijauhkan diantaranya :

1.  Berfikir negatif

2.  Suka menunda pekerjaan

3.  Tidak fokus

4.  Kurang percaya diri

5.  Selalu pesimis

6.  Malas

7.  Masa bodoh

8.  Mudah menyerah

9.  Serakah

10.Egois / mementingkan diri sendiri

11.Boros

12.Tidak jujur

13.Anti perubahan

14.Menghindari tanggung jawab

15.Tak memiliki komitmen

16.Meremehkan waktu

17.Feodal

18.Munafik

 Melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental menuju masyarakat Kota Denpasar yang bermartabat. Semoga bermanfaat. (sumber : www.revolusimental.go.id) ‘kr’