Menu

GEJALA “OSTEOARTRITIS”

  • Kamis, 13 April 2017
  • 1563x Dilihat

Semakin seseorang berumur biasanya sangat rentan terserang berbagai macam penyakit, salah satunya penyakit pada sendi yang disebut “Osteoartritis” atau masyarakat sering menyebutnya nyeri sendi. Yang dimaksud penyakit sendi ini adalah penyakit yang disebabkan karena kerusakan pada tulang rawan sendi. Penyakit sendi paling banyak dijumpai terutama pada usia > 50 tahun. Paling sering mengenai sendi tubuh yang menopang berat badan seperti lutut, panggul, dan bahu.

Seperti yang dijabarkan oleh dr. Bagus Diva IndraDharma (Spesialist Rehabilitasi Medik RSUD Wangaya), dalam sesi talkshow interaktif bersama RSUD Wangaya (Kamis, 13 April 2017), menjelaskan dimana Penyebab penyakit sendi ada 2 macam yaitu ;

a. Penyebab  Primer : idiopatik/tidak ada penyebabnya

b. Sekunder : paska trauma/patah tulang dekat dengan sendi, kelainan metabolic seperti paska menopause

Selain itu ada juga faktor Resikonya, seperti ;

a. Umur 

b. Genetik

c. Metabolik/Hormonal

d. Beban berlebih pada sendi, seperti olahragawan basket, angkat berat, pekerjaan angkatangkat berat,    pekerjaan naik turun tangga

e. Obesitas 

 

Untuk  gejala/keluhan dan tanda klinis yang dialami oleh seseorang yang terserang penyakit sendi ini diantaranya ;

• Nyeri sendi terutama saat bangkit dari duduk/tidur ke berdiri, jongkok, berjalan, naik turun tangga.
    Nyeri sendi juga menyebabkan perubahan pola jalan.

• Suara “kretek-kretek”/krepitasi pada sendi saat digerakkan

• Kaku sendi terutama pagi hari < 30 menit

• Pembengkakan sendi dan hangat pada perabaan sendi

• Perubahan bentuk lutut, lutut bengkok berbentuk “O” 

Pemeriksaan penunjang atau tambahan dapat dilakukan dengan Rontgen/X-Ray pada lutut, untuk menentukan seberapa berat kerusakan sendi. Tampak atau tidaknya osteofit/pengapuran dan penyempitan celah sendi.

Ada beberapa langkah terapi obat yang dapat dilakukan seperti ;

a. Obat minum : anti nyeri (NSAID), nutrisi sendi (glukosamin, kondroitin sulfat)

 b. Injeksi sendi : anti radang (metilprednisolon), nutrisi sendi (asam hyaluronat)

Selain itu ada juga terapi Rehabilitasi Medik, dapat dilakukan di poliklinik yang menyediakan layanan rehabilitasi medik (contohnya, di RSUD Wangaya), seperti ;

a. Mengurangi nyeri : fase akut dengan kompres dingin, setelah lewat fase akut dengan terapi panas dalam (SWD atau USD) atau LASER atau TENS. Selain mengurangi nyeri juga membantu proses perbaikan tulang rawan sendi. Terapi 2-3x/minggu.

b. Alat bantu jalan seperti tongkat (pada OA lutut atau panggul), dipakai pada sisi yang tidak nyeri. Tujuan : membantu menopang berat badan sehingga mengurangi beban pada sendi.

c. Terapi latihan (2-3x/minggu) : - Latihan luas gerak sendi untuk mencegah kekakuan sendi. - Latihan penguatan otot-otot lutut, dapat dilakukan dengan mengencangkan otot paha, menggunakan beban atau olahraga yang direkomendasikan (berenang, bersepeda) - Latihan keseimbangan 

d. Penggunaan decker lutut efektif pada grade awal (I dan II), mengurangi nyeri dng memberikan efek psikologis, tapi bila sudah ada perubahan bentuk lutut (“O”) tidak dapat memperbaiki bentuk lutut.

e. Bila celah sendi mulai menyempit dan lutut bengkok berbentuk “O” dapat dibantu menggunakan penyangga lutut yang dibuat khusus atau menggunakan sepatu khusus (modifikasi pada sol sepatu) 

untuk tindakan operasi diperlukan pada penggantian sendi lutut  yang diindikasi pada OA grade III-IV (sudah ada penyempitan celah sendi), ditandai dengan lutut bengkok bentuk “O”.  Sebelum dan paska operasi diperlukan program rehabilitasi yang tepat agar hasil operasi baik dan pasien dapat kembali ke aktivitas.  

Adapun pembelajaran / edukasi yang bisa dilakukan adalah,

a. Mengurangi berat badan

b. Di rumah dapat menggunakan kompres hangat/dingin

c. Konservasi sendi lutut : 

- WC duduk - Tidak duduk di kursi pendek/dingklik

- Hindari gerakan jongkok bangun

- Teknik naik turun tangga : naik tangga  kaki yang sehat naik terlebih dahulu, turun tangga  kaki yang nyeri turun terlebih dahulu.(bc)