Menu

Filosofi dan Tradisi Perayaan Hari Suci Waisak

  • Kamis, 24 Mei 2018
  • 29569x Dilihat


Narasumber : Penyelenggara Buddha Kementerian Agama RI Kota Denpasar,
Bapak Panji Budiawan
Hari Raya Waisak merupakan momentum yang sangat tepat untuk merenungi segala perbuatan yang telah dilakukan serta menjalani kehidupan dengan selalu berlandaskan ajaran Sang Buddha dan cinta kasih. Panji Budiawan selaku Penyelenggara Budha Kementerian Agama RI Kota Denpasar dalam talkshow bersama 92,6 FM Radio Publik Kota Denpasar menjelaskan bahwa salah satu ajaran yang dimaksud untuk mencapai kebahagian tersebut minimal dengan mengamalkan Pancasila Buddha yaitu melakukan kebajikan dengan menghindari perbuatan-perbuatan seperti membunuh, mencuri, berbuat asusila, berucap bohong dan mengonsumsi makanan atau minuman yang dapat melemahkan kesadaran.
Tradisi perayaan Waisak mungkin saja berbeda beda ditiap daerah, namun esensinya sama yaitu cinta kasih yang dapat diamalkan dalam bentuk membantu sesama yaitu dana yaitu pemberikan dengan tulus ikhlas atau melepaskan milik kita, baik itu berupa uang atau barang (materi), tenaga, rasa aman, memaafkan dan ajaran atau nasihat yang baik.
Panji Budiawan menyampaikan besar harapan saat Hari Raya Waisak agar manusia khususnya umat Buddha, dapat merenungi segala perbuatan yang telah dilakukan, dengan evaluasi diri ini senantiasa bisa selalu hidup berlandaskan ajaran Sang Buddha dan penuh kebajikan serta cinta kasih, “Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, Semoga Semua Makhluk Berbahagia” (erd).