Ditengah banyaknya interpretasi makna Tumpek Krulut sebagai Hari Valentine versi Bali, tidak sepenuhnya dapat diterima. Jika disama-samakan dikhawatirkan bergeser jauh dari esensi tumpek krulut yang sesungguhnya karena dari tujuan, dari segi peruntukan, budaya dan nilai karakter yang diharapkan tidaklah sejalan. Dr. Nanang Sutrisno, S. Ag., M. Si, dalam Talkshow bersama RPKD 92,6 FM yang dipandu oleh Ratna pada hari Selasa, 14 Pebruari 2023 menjelaskan bahwa esensi pemaknaan Tumpek Krulut merupakan Kasih Sayang secara Universal, bukan hanya sesama manusia namun semua mahluk, Sarva Prani Hitankara.
Dalam momentum ini juga merupakan pemuliaan terhadap unsur Sundaram yang mengacu pada keindahan, kesenian dan rasa takjub. "Krulut" yang berasal dari kata "Lulut" yang berarti Ikatan Cinta Kasih memunculkan suatu keindahan, kebahagian dan rasa takjub, serta rasa kedamaian sehingga kalulut ini diidentikkan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi sebagai Sang Hyang Semara Ratih, demikian pula halnya dalam bersenian gong yang memadukan Selendro Pelog untuk menghasilkan Taksu seni yang menghanyutkan hasrat. Sehingga dalam Tumpek Krulut ini juga digunakan sebagai moment piodalan Gong, Angklung dan kesenian.
Melalui momentum Tumpek Krulut ini mari kita lebih merefleksikan diri untuk menebar cinta kasih mulai dari diri sendiri, pasangan, keluarga bahkan lingkungan untuk mewujudkan keharmonisan dalam menjalani kehidupan yang bahagai, damai dan tentram
(Angga).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026