Walaupun cuaca di Simpang Catur Muka panas terik, namun tidak menghalangi ribuan Krama Desa Pakraman Denpasar untuk mengikuti Deklarasi Penolakan Rencana Reklamasi Teluk Benoa (22 / 05). Aksi ini tidak hanya diikuti oleh Krama Desa Pakraman Denpasar saja, namun juga dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam ForBali.
Sekitar jam 13.30 wita massa mulai berkumpul di areal Utara Setra Badung , kemudian berjalan kaki menuju Patung Catur Muka yang dilanjutkan dengan orasi.
Dalam orasinya, Penyarikan Desa Pakraman Denpasar Drs. A.A Putu Gde Wibawa mengatakan bahwa Desa Pakraman Denpasar yang menaungi 105 banjar adat telah mengadakan Paruman Agung pada Sabtu 26 Maret 2016, dari hasil Paruman Agung, Desa Pekraman Denpasar menyatakan sikap Menolak Reklamasi dengan pertimbangan bahwa :
1. Desa Pakraman Denpasar menjunjung tinggi Tri Hita Karana
2. Desa Pakraman Denpasar Mendukung Teluk Benoa sebagai kawasan Suci
3. Desa Pakraman Denpasar mendesak kawasan Tanjung Benoa dikembalikan menajdi kawasan reservasi
4. Desa Pakraman Denpasar mendesak pengambil kebijakan untuk mendengar aspirasi masyarakat
5. Desa Pakraman Denpasar menyerukan untuk cabut Perpres no 51 tahun 2014.
[ngr]
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026