Menu

CYBERSEX PADA REMAJA

  • Jumat, 11 April 2014
  • 2880x Dilihat

CYBERSEX PADA REMAJA

Perkembangan teknologi komputer telah memberikan banyak kemudahan di dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Salah satu bentuk dari kecanggihan teknologi komputer pada bidang komunikasi adalah internet (Andini, 2006).  Dewasa ini setiap orang dari berbagai kalangan bisa dengan mudah mengakses internet. Perkembangan teknologi khususnya internet tidak hanya berdampak positif akan tetapi ada juga dampak negative yang ditimbulkan apabila internet tersebut tidak digunakan secara bijak. Salah satu dampak negatifnya adalah maraknya Cycbersex pada remaja. Definisi Cybersex sendiri menurut Cooper dan Griffin-Shelley(2002) merupakan penggunaan internet untuk terlibat dalam aktivitas yang berisi stimulasi dan kesenangan seksual, seperti melihat gambar-gambar erotis, terlibat dalam chatting tentang seks, saling tukar menukar gambar atau pesan email tentang seks yang terkadang diikuti oleh masturbasi.

Bentuk-bentuk perilaku cybersex menurut Delmonico (2001) yang petrama adalah mengakses pornografi di internet (seperti gambar, video, cerita teks, majalah film dan game), yang kedua adalah mengakses multimedia software yang tidak harus online (seperti menonton VCD/DVD atau film porno dan memainkan game porno di laptop atau komputer), yang terakhir adalah real time dengan pasangan fantasi atau chatting yang memuat obrolan erotis dengan teman chat.

Mudahnya mengakses internet dan kondisi remaja yang masih labil menyebabkan cybersex ini marak dikalangan remaja, menurut Cooper (2002) menyatakan bahwa ada 3 (tiga) komponen yang menyebabkan kenapa individu melakukan aktivitas cybersex diantaranya: Accessibility, mengacu pada kenyataan bahwa internet menyediakan jutaan situs porno dan menyediakan ruang mengobrol yang akan memberikan kesempatan untuk melakukan cybersex. Affordability, mengacu pada untuk mengakses situs porno yang disediakan internet tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Anonymity mengacu pada individu tidak perlu takut dikenali oleh orang lain. 

Dampak penggunaan internet untuk cybersex pada remaja dapat mempengaruhi aktivitas-aktivitas di kehidupan nyata, seperti mengasingkan diri dari orang lain, mengabaikan pekerjaan dan mengabaikan tugas-tugas lainnya. Dan menurut hasil riset Mary Anne Layden menyatakan bahwa cybersex tidak hanya memicu ketagihan serius, tetapi juga pergeseran emosi dan perilaku sosial.

Upaya penanggulangan cybersex bagi para remaja yaitu menggunakan internet secara benar dan bijak serta memberbanyak aktivitas-aktivitas yang bersifat positif seperti mengikuti kursus atau ektrakulikuler yang ada di sekolah. Bagi orang tua agar lebih memberikan perhatian terhadap perkembangan anaknya karena masa remaja adalah masa yang labil dan perlu banyak bimbingan, orang tua harus bisa menjadi sahabat bagi anaknya dan anak bisa lebih terbuka dalam mengungkapkan masalah yang dialaminya, sehingga diharapkan remaja bisa terhindar dari aktivitas cybersex ataupun perilaku yang mengarah ke hal-hal negative seperti seks bebas.