Dalam Hindu dikenal dengan istilah Rwa Bineda yaitu dualistik yang berlawanan namun sesungguhnya satu. Konsep siang-malam, hidup-mati, tampak-tidak tampak, suci - tak suci, dan lain sebagainya. Agama Hindu Bali yang juga menganut ajaran siwa menjunjung tinggi unsur kesucian dalam praktek religius sebagai usaha meningkatkan kualitas spiritual, namun dalam konteksnya ada batasan yakni cuntaka. Cuntaka adalah suatu keadaan tidak suci sehingga tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas religi seperti memasuki tempat suci, melakukan ritual, menghaturkan sesajen, dan lain sebagainya.
Cokorda Putra Wisnu Wardhana dalam talkshow bersama 92,6 FM Radio Publik Kota Denpasar menjelaskan Cuntaka dapat digolongkan menjadi dua golongan yakni cuntaka yang berasal dari internal yaitu haid/menstruasi, bersalin, perkawinan, sakit, dan lain sebagainya. Kedua yaitu cuntaka timbul secara eksternal yang datang dari orang lain seperti orang yang dalam hubungan duka karena kematian. Cuntaka ini disebabkan beberapa faktor yakni :kematian, menstruasi, bersalin, keguguran/karuron, sakit, perkawinan, gamya gamana, salah timpal, kehamilan diluar perkawinan, mitra galang, lahir dari kehamilan tanpa ada upacara, melakukan tindakan kejahatan/ sad atatayi.
Rentang waktu cuntaka yang disebabkan sangat diikat oleh dresta setempat selalu disesuaikan dengan kondisi desa setempat sekalipun diikat oleh awig-awig/pararem di desa setempat namun bila dianggap emergency aturan ini tidak saklek bisa menyesuaikan tidak mesti seperti yang tertera pada awig-awig/pararem, umumnya pengambilan cuntaka internal keluarga selama 12 hari, sedangkan untuk banjar karena diikat suara kulkul pengambilan waktu kacuntakan adalah 4 hari. Sementara itu untuk pengambilan cuntaka pada haid berlaku hingga benar-benar bersih. Pengambilan waktu cuntaka yang disebabkan oleh persalinan untuk Sang Ibu selama 42 hari sedangkan untuk Sang Ayah hingga anak mengalami kepus puser. Setelah masa cuntaka selesai umat Hindu di Bali berkewajiban untuk melakukan prosesi penyucian diri mulai yang paling sederhana melalui banten prayasita, tirta panglukatan hingga pecaruan (*erd).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026