Bertepatan dengan menyambut hari kanker sedunia yang diperingati setiap 4 Februari, hari ini (7/2) hadir di studio RPKDFm dr. I Gusti Gede Mayun Surya Darma, SpoG (K) Obginsos. Menurutnya peringatan hari kanker sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker, sehingga masyarakat dapat menerapkan hidup sehat, mendorong pencegahan, deteksi, sampai dengan proses pengobatan kanker.
Mengangkat tema Close the Care Gap yang berarti “Tutup Kesenjangan Perawatan”. Kampanye baru Hari Kanker Sedunia bertujuan untuk membangun akses perawatan kanker yang lebih adil dan merata untuk semua.
Di Indonesia penderita kanker serviks masih tinggi, kanker serviks ini sangat berbahaya bagi wanita. Kanker ini paling banyak disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) terutama subtipe 16 dan 18. Infeksi virus ini cenderung meningkat pada orang yang melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan. Perilaku seksual yang berisiko tinggi, seperti seks tanpa kondom atau berbagi mainan seks (sex toys) yang tidak dicuci terlebih dahulu membuat seseorang rentan mengidap kanker serviks. Selain itu, wanita yang tidak pernah mendapatkan vaksin (imunisasi) HPV jelas memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi HPV yang bisa jadi penyebab kanker serviks.
Menurut dr. Mayun ada beberapa pilihan penanganan yang bisa dilakukan seperti operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Metode pengobatan tersebut juga bisa dikombinasikan untuk melenyapkan sel kanker. Pencegahannya dengan cara pola hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan pap smear untuk yang aktif berhubungan sexsual, mendapatkan vaksinasi HPV, hindari merokok, lakukan hubungan intim yang aman dengan kondom dan menjaga kebersihan area kewanitaan.
Harapannya di era teknologi yang sudah sangat canggih ini masyarakat lebih rajin untuk mengedukasi diri, mengisi diri dan mencari tahu informasi yang actual tentang kanker serviks agar tidak ada lagi masyarakat yang datang ke tenaga kesehatan dengan kasus yang sudah berat sehingga pelayanan yang diberikan juga bisa membantu pasien untuk sembuh
(Angga).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026