Menu

“PERUBAHAN CUACA DAN MITIGASI BENCANA”

  • Selasa, 22 Maret 2016
  • 1116x Dilihat

 “PERUBAHAN CUACA DAN MITIGASI BENCANA”

TALKSHOW BERSAMA BMKG WILAYAH III DENPASAR

 

Bali diprediksi akan segera memasuki musim kemarau pada akhir bulan Maret 2016 ini, yang di awali dari kawasan Nusa Penida, jelas Bpk Wirya Jaya selaku Kabid Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar. Informasi ini akan disosialisasikan esok pada tanggal 23 Maret 2016 dengan turut mengundang media pers di Bali.
Pada musim perubahan cuaca/peralihan atau yang kerap disebut pancaroba di wilayah Indonesia, terkadang tak mudah di prediksi. Dimana pada musim pancaroba kerap terjadi cuaca ekstrim, seperti; hujan badai, petir, angin kencang, angin puting beliung, banjir dan longsor serta gelombang laut yang tinggi. Kejadian cuaca ekstrim pada musim pancaroba yang paling banyak adalah bencana angin puting beliung. Perubahan arah angin regional tersebut akan mempengaruhi kestabilan beda tekanan udara permukaan dan lapisan atas yang cukup besar sehingga menimbulkan daya sedot udara dari permukaan ke lapisan atas yang kuat. Namun kejadian angin puting beliung pada umumnya terjadi pada area lokal dan dalam waktu yang singkat. Cuaca ekstrim pada musim pancaroba terutama puting beliung, proses terjadinya dalam waktu yang singkat dan dadakan. Sehingga ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko/dampak kerugian yang ditimbulkannya, dengan pemahaman tentang mitigasi bencana alam cuaca ekstrim.
Dalam Talkshow bersama BMKG wilayah III Denpasar 22 Maret 2016 pukul 09.00-10.00 wita, Hendra Suwarta Kepala Stasiun Geofisika Sanglah menjelaskan peringatan Dini Cuaca Ekstrim adalah serangkaian kegiatan pemberian informasi sesegera mungkin kepada masyarakat yang berisi tentang prediksi peluang terjadinya cuaca ekstrim. Sebagai institusi pemerintah yang mempunyai tugas mengelola dan menganalisa kondisi iklim dan cuaca, peran BMKG dalam hal mitigasi bencana alam ekstrim sangat diperlukan. BMKG telah membuat informasi peringatan dini cuaca ekstrim yang update tiap hari di wilayah Indonesia dan disebarkan melalui website BMKG (www.bmkg.go.id), media cetak dan elektonik. Seiring Meningkatnya pengunjung website BMKG saat cuaca ekstrim merupakan tantangan tersendiri bagi BMKG untuk memberikan layanan yang terbaik. Website BMKG terkadang akan sulit diakses jika cuaca ekstrim terjadi, dikarenakan banyaknya pengunjung yang ingin mengetahui informasi peringatan dini cuaca dan informasi lainnya. Hal ini menjadi pendorong semangat BMKG untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan Informasi dengan memecah akses informasi Website BMKG ke moda informasi lainnya seperti SMS, Email, Fax dan Jejaring Sosial(erd).