Menu

“PERAN WANITA PEJUANG DI ERA PENJAJAHAN”

  • Jumat, 18 November 2016
  • 1580x Dilihat

Hari/Tanggal   :  Jumat, 18 Nopember 2016

Narasumber     :  Ibu Jero Wilaja LVRI (Legiun Vetran Republik Indonesia Kota Denpasar)

Penyiar            :  Arie Kumbara

                    

Peran wanita dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Selain berperan sebagai ibu dan istri yang sudah merupakan kodrat seorang perempuan yang telah berumah tangga. Kehidupan wanita terus berkembang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Perempuan turut ikut serta membawa perubahan yang tidak sedikit bagi perkembangan bangsa Indonesia. Pada masa-masa revolusi fisik, seluruh lapisan masyarakat saling bahu-membahu bersama para pejuang untuk menggapai dan mempertahankan kemerdekaan. Dapat dipastikan bahwa kaum perempuan Indonesia pun turut membantu perjuangan melawan penjajah serta mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia tercinta. Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dhien, R. A. Kartini, Dewi Sartika , dsb merupakan contoh para pahlawan wanita Indonesia yang rela berjuang di masa penjajahan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Bu Jero Wilaja bahwa peran wanita khususnya wanita Bali sangat gigih dalam membantu para lelaki di era penjajahan, ini terlihat pada perang Jagara di Buleleng yang berlangsung selama 3 tahun, dari tahun 1846-1849, di pimpin langsung oleh Ki Patih Agung Jelantik, bersama seorang istrinya Jro Jempiring. Kala itu Jro Jempiring mengumpulkan para wanita untuk membantu para lelaki di medan perang, bukan hanya secara fisik melainkan juga dibagaian dapur umum, sampai menyiapkan alat-alat perang.

Talkshow kali ini sangat bertepatan dengan hari pahlawan “Puputan Margarana” yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Nopember 2016, Beliau menuturkan bahwa tanggal 20 Nopember sebagai bentuk apresiasi terhadap Pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang dengan gigihnya berjuang mempertahankan wilayah NKRI dari tangan penjajah. Pada akhir sesi talkshow Beliau menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Bapak Walikota Denpasar, yang telah memperhatikan para vetran dengan jaminan dan kesejahtraan sosial, serta santunan meninggal yang diberikan sebesar 5 Juta.