Persatuan Dalang Indonesia (PEPADI) merupakan lembaga yang dibentuk sebagai wadah untuk mengorganisir dalang – dalang di Kota Denpasar sehingga pembudayaan kesenian wayang ini bisa berkembang. PEPADI Kota Denpasar berada dibawah naungan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar sejalan dengan tupoksinya sebagai penggalian, pembinaan, pengembangan dan pelestarian budaya . I Made Sudiana, S.Sos Ka.si Dokumentasi dan perfilman Dinas Kebudayaan Kota Denpasar dalam Talkshow bersama 92,6 RPKD Fm menyatakan upaya regenerasi pedalangan wayang ini cukup sulit, sehingga Dinas Kebudayaan Kota Denpasar melakukan sistem jemput bola kesekolah-sekolah untuk mengangkat talenta-talenta muda sehingga diharapkan sesuai dengan visi wali Denpasar IB. Rai Dharma wijaya mantra yaitu Denpasar Kota kreatif dan berbasis budaya unggulan dapat terwujud dengan maksimal. Cabang seni pedalangan ini harus dipertahankan dan salah satu tujuan dibentuknya PEPADI ini adalah untuk menjaga kesinambungan seni pewayangan. Sejalan dengan misi tersebut, Dinas kebudayaan Kota Denpasar juga membuat program pelatihan gratis menyisipkan seni pedalangan yang diadakan tiap tahun, seperti pelatihan yang akan dilaksanakan dari tanggal 13 Juni – 2 Juli 2016 ini.
Geliat industry kreatif di Kota Denpasar, seiring diresmikannya wayang sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 2003, bertonggak pada hal tersebut produk wayang menjadi salah satu item dari 15 item kreatif yang ada, mampu memberi kontribusi terhadap perkembangan industri kreatif khususnya di Kota Denpasar seperti banyak dibukanya gallery, art, dan lainnya. Pengklasifikasian produk wayang ada dua, yaitu berasal dari dalang dan wayangnya. Dari unsur dalang dituntut kreatifitasnya baik dari segi tata panggung, tata sound, efeect, tata lighting dan kini juga sudah banyak tampak melibatkan unsur IT disamping potensi internal yang harus multi talenta seni seperi menguasai seni suara vocal dan instrument, seni gerak, seni theater, dan keceradasan memahami cerita dan menyampaikan kembali dengan teknik menarik. Disamping aspek dalang ada unsur produk wayang yang juga dijadikan budaya unggulan seperti kaos, lukisan, patung dan trending topic dalam bentuk animasi dan e-wayang berbentuk digital. beberapa gerai industri kreatif kerajinan wayang kini bukan hanya berbahan kulit juga dengan bahan- bahan lainnya untuk mengenalkan warisan budaya adi luhur ini kepada generasi muda .
Made Raka salah satu anggota Persatuan Pedalangan Indonesia Kota Denpasar menyatakan sangat senang mengajarkan dan berbagi ilmu dengan generasi muda sebagai pewaris budaya utamanya seni wayang, ada teknik – teknik khusus yang digunakan untuk membuat anak – anak merasa nyaman dan ingin mempeajari terus seni pedalangan wayang ini. Sementara Guru Anom sebagai Pelaku seni dan sekaligus pelaku industry seni pedalangan menjelaskan perkembangan wayang ditengah majunya teknologi di jaman globalisasi ini penggunaan wayang baik profan maupun sacral dan tradisional harus tepat guna menyesuaikan dengan situasi sehingga wayang di Bali harus tetap di lestarikan dan mempunyai nilai jual dalam ekonomi kreatif (erd).
02 Oktober 2025
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025
08 Januari 2026