Menu

“ Patellar Tendinitis (Jumper’s Knee) ”

  • Jumat, 22 April 2016
  • 1633x Dilihat
Jumat, 22 April 2016
Topik : “ Patellar Tendinitis (Jumper’s Knee) ”
Narasumber : Komang Ayu Trisnadewi & Dewa Ayu Kadek Ari Purnama Dewi (FK Unud)
Penyiar : Nadia Risna
 
 
Patellar Tendinitis adalah cedera pada tendon yang menghubungkan tempurung lutut (patella) ke tibia. Tendon patela bekerja dengan otot-otot di bagian depan paha atau otot quadricep untuk membantu mengekstensikan lutut sehingga dapat menendang, berlari dan melompat.Patellar Tendinitis juga dikenal sebagai Jumper’s Knee ini, paling sering terjadi pada atlet yang sering berolahraga dan melompat seperti basket dan voli.
Nyeri merupakan gejala pertama dari Patellar Tendinitis. Rasa sakit di lutut dapat terjadi Pada awalnya rasa nyeri muncul saat memulai aktivitas fisik atau setelah latihan yang intens. Memburuk sampai mengganggu saat berolahraga. Akhirnya mengganggu gerakan sehari-hari seperti naik tangga atau bangkit dari kursi. Patellar Tendinitis adalah cedera overuse umum, disebabkan oleh stres berulang pada tendon patella. Stres menyebabkan kerobekan di tendon. Sedangkan kerobekan di multiply tendon, mereka menyebabkan rasa sakit dari peradangan dan melemahnya tendon. Ketika kerusakan tendon ini berlangsung lebih dari beberapa minggu, itu disebut tendinopathy.
Untuk mencegah perkembangan dari patellar tendinitis (Jumper’s Knee), langkah berikut dapat diaplikasikan :
a. Hindari latihan saat terasa nyeri. Hingga lutut terbebas dari rasa nyeri, hindarilah aktivitas yang dapat menyebabkan stress pada tendon patella (seperti jumping dan squat). Pemberiaan ice dan mengistirahatkan lutut sangat dibutuhkan dalam kasus ini.
b. Strengthening Exercie (Latihan penguatan pada otot). Otot-otot yang kuat di sekitar sendi lutut dapat mengurasi stress pada lutut saat melakukan aktivitas.
Ketika lutut terasa nyeri, yang dapat dilakukan dirumah yaitu :
a. Pain Reliever. Penggunaan obat-obat peenghilang rasa nyeri seperti ibuprofen dan naxoproxen sodium dapat digunakan untuk menghilangkan nyeri sementara dan mempercepat terjadinya proses penyembuhan
b. Hindari aktivitas yang dapat memicu nyeri. Memaksakan beraktivitas yang memivu nyeri dapat memperparah kerusakan pada tendon patella
c. Ice.Pengaplikasiaan ice ketika merasakan nyeri setelah beraktivitas dapat dilakukan. Caranya adalah dengan meletakkan ice dalam kantong plastik atau handuk, kemudian lakukan ice massage pada area yang nyeri.
Penanganan pada kasus Jumper’s Knee bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan inflamasi pada penderita. Penggunaan prinsip PRICE (Protection, rest, ice, compression and elevation) dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama pada kasus ini. selain itu penggunaan Cold Therapy pada fase akut yaitu 24 – 48 jam dan setelah pelatihan juga dapat diajurkan. Ketika tendon terasa sangat nyeri, ice therapy ini dapat diaplikasikan dalam 10 menit/jam, 4-6 kali/hari khususnya setelah melakukan aktivitas untuk mengurangi rasa nyeri tersebut.
Selain itu penggunaan alat stabilisasi pada lutut juga sangat dianjurkan pada kasus Patella Tendinitis ini. Misalnya dengan menggunakan Jumper’s knee strap untuk mengurangi nyeri, dan meredan kerobekan pada tendon. Jumper’s knee strap ini akan membungkus tendon pada bawah lutut (patellar tendon) penderita. Selain itu penggunaan simple patella taping juga dapat diaplikasikan untuk meredam nyeri pada tendon.
Dari segi fisioterapi, penggunaan modalitas elektrotherapi seperti ultrasound juga daapat diaplikasikan untuk mengurangi nyeri, mengurangi inflamasi dan mempercepat healing process. Penggunaan cross friction massage juga dapat diaplikasikan pada fase kronis dari kasus ini. penderita juga dapat disarankan untuk menjalani program rehabilitasi yang terdiri atas eksentrik strengthening exercise. Apabila lutut tidak merespon atau membaik setelah diberikan treatment diatas maka surgery mungkin dibutuhkan dalam kasus patellar tendinitis ini.
Streching exercise. Latihan dapat diaplikasikan pada otot quadriceps untuk memanjangkan otot sehingga dapat mengurangi stress pada tendon. Latihan pada otot quadriceps ini dapat dilakukan dengan cara menekuk lutut ke belakang (flexi knee) dalam posisi berdiri selama 10 – 30 detik lamanya.