Menu

‘’BUDAYA DEMOKRASI DALAM MENYONGSONG PILKADA SERENTAK DI BALI”

  • Selasa, 28 November 2017
  • 672x Dilihat
Pelaksanaan pilkada serentak di Bali akan dilaksanakan tanggal 27 Juni 2018 perlu diapresiasi secara positif. Pilkada serentak di Bali yaitu pemilihn Gubernur Bali, pemilihan Bupati Gianyar dan pemilihan Bupati Klungkung. Budaya demokrasi merupakan seperangkat nilai-nilai yang dipraktekan dalam proses demokrasi termasuk dalam pilkada serentak. Budaya demokrasi tersebut harus tercemin pada praktek seluruh pemangku kepentingan mulai dari calon pemimpin, partai politik, KPU Provinsi dan Kabupaten, Bawaslu dan Panwaslu, aparat kepolisian dan sebagaianya. Secara hukum semua pihak sudah punya koridornya masing – masing.
Menurut Bapak Yudistira Adnyana, SE., M.Si selaku dosen FISIP Universitas Ngurah Rai dalam talkshow bersama RPKD 92.6 fm mengatakan bahwa biasanya titik rawan dari pemilu yaitu pada tahap kampanye, penghitungan suara, sengketa hasil pemilu dan sebagainya. Terlebih lagi dengan bencana erupsi Gunung Agung, secara natural kurang kondusif bagi plaksanaan pilkada serentak. Secara implicit suasana alamnya memanas yng akan mempengaruhi perilaku manusianya. Secara administrasi sedikit banyak akan menimbulkan hambatan terutama di kabupaten Karangasem. Pihak penyelenggara pelu menganisipasi teknis pemilihan jika erupsi Gunung Agung berlangsung cukup lama. (MAK)
Ketikkan pesan...