Musim kemarau di Bali tahun 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dari biasanya, yakni sejak Juni hingga November. Sementara musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada Desember 2026. Kondisi musim kemarau dipengaruhi berbagai faktor global, regional, dan lokal, termasuk fenomena El Nino, dinamik atmosfer, sirkulasi monsun, suhu dan karakteristik topografi lingkungan. Sehingga kemarau tidak selalu berarti cuaca panas terus-menerus, karena hujan masih dapat terjadi, namun tidak sesering pada musim hujan.Beberapa hari ini hujan terjadi di wilayah Bali Tengah dan Selatan, imbuh Made Dwi Jendra P., M.Si. (Analis Iklim BBMKG) melalui On Air di Studio RPKD 92.6 FM.
Masyarakat diimbau memperhatikan ketersediaan air agar hemat air, tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi sampai membakar sampah dan ditinggal serta menjaga kesehatan agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan akibat suhu tinggi. Khusus untuk nelayan, petani, dan masyarakat yang pekerjaannya bergantung pada kondisi alam diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, instagram @bmkgbali , website BBMKG Wilayah III Denpasar dan X @BMKG_Denpasar
Editor : Angga Pradika
02 Oktober 2025
11 September 2026
03 Oktober 2025
01 Oktober 2025