Menu

TALKSHOW WACANA PRAJA TENTANG PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT SELASA, 19 OKTOBER 2010

  • Selasa, 19 Oktober 2010
  • 548x Dilihat
TALKSHOW WACANA PRAJA TENTANG PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT SELASA, 19 OKTOBER 2010
Seperti biasanya, di hari Selasa berlangsung Talkshow Wacana Praja dan kali ini di hari Selasa, 19 Oktober 2010 berlangsung Talkshow yang membahas tentang “Pekerja Sosial Masyarakat atau PSM”. Hadir sebagai narasumber yakni Bapak Lurah Sanur, Ida Bagus Alit Surya Antara dan Ketua PSM Sanur, I Made Patra. Talkshow berlangsung selama 1 jam dan dipandu oleh penyiar Yenni. Mengawali talkshow Bapak Patra menjelaskan, “Pekerja Sosial Masyarakat itu adalah pekerja sosial yang betul – betul mengabdi secara hati nurani di masyarakat untuk memberikan motivasi di masyarakat, lingkungan bahkan menangani masalah – masalah sosial. Tentunya masalah ketelantaran yang ada kaitannya dengan kesejahteraan sosial masyarakat”. Pengabdian yang dimaksud adalah bagi PSM tidak mengharapkan suatu imbalan, PSM betul – betul bekerja untuk masyarakat dan masyarakat sama – sama mempunyai motivasi sehingga masalah sosial di Sanur mendapat jalan keluar. Dijelaskan kembali oleh bapak Patra, masalah sosial yang ditangani oleh PSM yakni mulai dari masalah ketelantaran yang memiliki 22 indikator permasalahan sosial di masyarakat seperti balita terlantar, anak terlantar, anak nakal, anak jalanan, wanita rawan sosial ekonomi, korban tindak kekerasan, lanjut usia terlantar, penyandang cacat, tuna susila, pengemis, gelandangan, bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan, korban penyalahgunaan napza, keluarga fakir miskin, keluarga berumah tak layak huni, keluarga bermasalah sosial psikologis, komunitas adat terpencil, korban bencana alam, korban bencana sosial, pekerjaan migran bermasalah sosial terlantar, penyandang HIV, dan keluarga rentan. Dari ke-22 tentunya tidak bisa disesaikan secara tuntas namun harus dengan bertahap. Di Sanur, indikator yang sering ditemui yakni masyarakat miskin. Kelurahan Sanur baru - baru ini mendapat predikat terbaik untuk PSM tingkat nasional. Bapak Alit menjelaskan pemetaan PSM baik dari jumlah, kualitas maupun keberadaan belum pernah didokumentasikan. Jumlah maupun penyebaran PSM di setiap desa tidak merata, sulit dipantau dan masih banyak yang belum mendapatkan pemantapan kembali. Berkaitan dengan apa yang telah diraih oleh PSM Sanur, Bapak Alit mengatakan, “Begitu banyak sekali program yang digulirkan dan kami di Kelurahan Sanur, apapun yang dicanangkan oleh pemerintah kota, kami tetap menindaklanjuti. Di Kelurahan Sanur, pada 2009 yang lalu baru mulai membentuk PSM dan langsung lomba tingkat kota lalu tingkat provinsi dan akhirnya dapat meraih sepuluh besar tingkat nasional.” Sistem yang diterapkan PSM Sanur yakni Balancing of System yakni sistem keseimbangan antara masyarakat, lingkungan dan lain sebagainya. (sisa 30.00) bsk lanjut lagi Pertanyaan dari masyarakat secara off air yaitu Ibu Ina di Suwung Peranan PSM selama ini apakah sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah seperti bantuan uang atau dalam bentuk yang lain? Kemudian pertanyaan Widi di Gatsu “selama ini Sanur dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang terkenal di Bali, kenapa masih ada KK (Kepala Keluarga) yang miskin? berarti pembangunan ini belum merata untuk masyarakat Sanur. Bagaimana upaya Pemerintah untuk masalah kemiskinan ini?” Selain off air, warga kota mengunakan kesempatan ini untuk berinteraktif secara langsung dengan para narasumber. Di line 244444 bergabung Ibu Sekar di Gatsu Barat yang menanyakan “Kenapa ada banyak lembaga yang mempunyai bidang yang sama, seperti bidang sosial.Apakah tidak tumpang tindih? Kenapa tidak mengembangkan lembaga yang sudah ada ? Bagaimana kinerja untuk masyarakat miskin selain memberikan bantuan , apa ada hal-hal lain seperti memberikan beasiswa untuk anak-anak sekolah, melihat dari sisi fungsi pendidikan karena banyak anak-anak yang kurang mampu menjadi putus sekolah. Dijelaskan oleh Bapak Alit bahwa di Sanur terdapat penduduk uwed/asli dan penduduk pendatang. Penduduk asli Sanur rata-rata berada dalam kondisi ekonomi menengah, sedangkan penduduk pendatang Sanur yang sudah berbanjar adat di daerah Sanur yang kebanyakan ditampung oleh tokoh-tokoh Sanur dengan maksud meinilah yang kemudian digunakan tenaga fisiknya dalam membantu kegiatan Upacara Adat bahwa dengan adanya banyak lembaga yang mengadakan program-program yang membantu masyarakat , semakin cepat tujuan kegiatan akan tercapai. Menanggapi pertanyaan dari ibu sekar kenpa banyak sekali program-program dari pemerintah seperti PnPM mandiri seperti dinas sosial, sebenarnya itu semua ada hubungannya antara satu dan yang lainnya, semakin banyak dari program-pram yang dilimpahkan untuk membantu masyarakat maka akan lebih enak dan lebih cepat tujan yang akan dilaksanakan, akan ada juga rencana dari pusat yaitu perencanaan program percepatan yang mengacu pada MDG ( milenium dipelopment gold. Program percepatan ini bisa direlisasikan pada tahun 2015 yang tidak terlepas dari masalah kesehatan termasuk masalah pendidikan dan lingkungan.( 21 ) ..rpkd..