TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 30 AGUSTUS 2010
Bersama KPA Provinsi Bali dengan narasumber bapak Novian, talkshow Suara Lentera kali ini tentang ARV (Anti Retrofiral Virus) untuk orang yang terinfeksi Virus.
Secara umum ARV berfungsi untuk menekan perkembangan virus, bukan untuk membunuh ataupun mengobati, karena hingga saat ini belum ditemukan obat untuk HIV/AIDS. Selain itu obat ini juga berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, karena pada orang yang terinfeksi HIV, virus akan menyerang dan bertambah parah bila kekebalan tubuh si penderita menurun. Oleh sebab itu penderita harus benar – benar menjaga kondisi tubuhnya agar tidak mudah sakit. Obat ini bisa didapatkan di Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Sanglah, RSUD atau di Yayasan Kerti Praja. Penderita baru boleh melakukan terapi ARVapabila kekebalan tubuhnya dibawah 200. Yang kekebalan tubuhnya di atas 200, terapi ARV boleh ditiadakan, karena kondisi tubuh masih bagus. Penggunaan ARV harus rutin diminum setiap hari dengan masa kerja obat 12 jam, dan sebaiknya diminum 2 x 1 hari, selain itu penderita juga harus rajin melakukan pemeriksaan ke dokter, untuk mengetahui kondisi tubuhnya.
Untuk penderita HIV, gejala awal yang sering dialami adalah infeksi TB (tubercolosis), diare parah dan Pisispi Penimonia, akan diberikan terapi obat yang disesuaikan dengan gejala awal penyakitnya. Pengobatan ARV harus dilakukan secara rutin dan tidak terputus, karena apabila terputus akan terjadi resisten apabila dimunum kembali, kondisi ini berarti virus sudah tidak mempan lagi sehingga terapi harus diulang dari awal lagi. Semua jenis obat sudah tentu mempunyai efek samping, termasuk ARV, seperti rasa mual, pusing bahkan ruam pada kulit. Apabila gejala ini sudah muncul, harus secepatnya dikonsultasikan ke dokter, sehingga bisa diberikan obat pengganti lainnya. Sebagian masyarakat memang masih mempercayai pengobatan alternatif, dalam pengobatan HIV jika penderita ingin melakukan sistim ini hendaknya berkonsultasi dulu dengan dokter, disamping terapi ARV harus tetap diminum.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, penderita juga harus berhati – hati dalam melakukan kegiatan agar tidak terinfeksi virus atau penyakit lainnya.
Menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan prilaku yang tidak beresiko dengan tetap terapi dan senantiasa mengecek kesehatan sangat disarankan kepada seluruh penderita. Mari kita bersama – sama menjaga prilaku agar terhindar dari HIV/AIDS.
…krs..