Menu

TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 BERSAMA OPSI (ORGANISASI PERUBAHAN SOSIAL INDONESIA)

  • Senin, 27 September 2010
  • 332x Dilihat
TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 BERSAMA OPSI (ORGANISASI PERUBAHAN SOSIAL INDONESIA)
Tepat pukul 9 pagi di hari Senin, 27 September 2010 kembali berlangsung Talkshow Suara Lentera dan kali ini menghadirkan narasumber dari OPSI (Organisasi Perubahan Sosial Indonesia). Penyiar Yenni memandu talkshow ini yang dihadiri 2 orang narasumber yakni Rani dan Mona. Dalam awal talkshow terungkap bahwa latar belakang terbentuknya OPSI, perkumpulan terbatas yang tertindas hak – haknya dalam artian HAM-nya, perasaan senasib dari anggota atas perlakuan diskrimasi dari masyarakat. OPSI baru berdiri 1 th mencakup wilayah Denpasar dengan jumlah anggota 300 orang yang bergerak dalam kampanye HIV / AIDS dengan membagikan kondom di BAR, pembagian brosur di tempat – tempat umum, serta melakukan pertemuan antar anggota. OPSI ada dalam naungan KPA, dan selalu dilibatkan dalam kegiatan yang digelar oleh KPA. Upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh OPSI agar tidak terjangkit HIV, selain kampanye juga dengan berbagi informasi antar sesama anggota. Untuk pemeriksaaan HIV dilakukan VCT / tes darah setiap 6 bulan, hal ini memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak takut dengan HIV. VCT dilakukan secara rutin agar penderita dapat meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Kegiatan yang rutin dilaksanakan seperti: rapat mingguan/bulanan dan mengikuti berbagai kegiatan yang dilibatkan oleh KPA seperti dalam pelatihan HAM dasar, pelatihan HIV / AIDS, dan pelatihan advokasi. OPSI memiliki visi: terwujudnya negara yang menjalankan kewajibannya untuk menghormati, melindungi, dan memberikan hak asasi manusia kepada kelompok yang tertindas, dan misi agar anggota OPSI dapat diterima di masyarakat. Dalam talkshow yang berlangsung satu jam tersebut, ibu Martini di Denpasar menanyakan tentang kemungkinan besar anggota dari OPSI sendiri rentan terjangkit HIV,apa yang dilakukan agar terhindar dari HIV, kemudian apa yang harus dilakukan oleh anggota OPSI yang sudah terjangkit HIV. Dalam kesempatan tersebut langsung dijawab oleh narasumber bahwa untuk mencegah HIV, OPSI melakukan VCT, dan apabila tidak terjangkit anggota OPSI disarankan untuk selalu menggunakan kondom dan setia kepada pasangan. Sedangkan untuk anggota yang sudah terjangkit HIV dibantu dengan memberi dukungan agar tetap bersemangat dan rajin mengkonsumsi obat AVR karena saat ini AVR sudah bisa didapat secara gratis. Bapak Dimas menanyakan : di bawah KPA banyak sekali organisasi dengan tujuan sama, yang ingin mengurangi dampak kematian dari HIV, kenapa tidak bergabung saja menjadi satu, kalau dari OPSI sendiri apa sich kegiatan yang menonjol dan dampak positif bagi anggota OPSI dan orang - orang yang belum bergabung dan mempunyai keinginan yang sama yakni ingin kesetaraan yang sama di masyarakat. Dalam hal ini dijelaskan bahwa OPSI terbentuk menjadi organisasi sendiri karena berbeda dengan organisasi lain yang bertujuan untuk menanggulangi HIV, sedangkan OPSI lebih pada keinginan untuk menyetarakan HAM kegiatan yang menonjol yakni dengan melakukan sharing sesama anggota, nantinya akan dilaksanakan kursus untuk pemberdayaan anggota. Dengan demikian diharapkan OPSI bisa diterima oleh masyarakat dan dalam kegiatannya dapat membantu untuk menekan berkembangan virus HIV di masyarakat. -dyt-