TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 20 SEPTEMBER 2010 TENTANG “INFEKSI HIVâ€
TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 20 SEPTEMBER 2010 TENTANG “INFEKSI HIVâ€
Di studio 91,45 RPKD FM kembali berlangsung Talkshow Suara Lentera pada Senin, 20 September 2010 bersama Komisi Penanggulangan AIDS ( KPA) Provinsi Bali. Hadir sebagai Narasumber Novian Ariawan dari Joti yang akan berbicara tentang bagaimana orang terinfeksi HIV dan langkah-langkah penanggulangan apa yang harus dilakukan. Talkshow yang berlangsung selama 60 menit ini dipandu oleh penyiar Yenni.
Mengawali talkshow, Novian Ariawan menjelaskan orang yang diketahui mengidap HIV dapat dilihat dari prilakunya. Namun, untuk lebih jelasnya disarankan melakukan konseling VCT dan melalui tes darah barulah bisa mengetahui seseorang terkena Virus di darahnya. Biasanya orang awam yang terinfeksi HIV saat mengetahui bahwa dirinya terkena Virus adalah setelah berada di rumah sakit. Namun, dengan maraknya penyakit HIV saat ini, tampaknya masyarakat sudah semakin sadar dan ingin mengetahui lebih banyak tentang HIV maupun AIDS. Warga kota biasanya datang ke lembaga atau yayasan yang melayani VCT ataupun juga langsung ke rumah sakit yang melayani VCT. Mereka yang lebih dulu sadar ini terutama dari warga Denpasar dan Badung.
Di kota Denpasar banyak terdapat yayasan yang konsen dengan HIV. Yayasan yang menaungi penderita HIV ini selalu memberikan dukungan - dukungan kepada masyarakat yang terkena virus HIV, selain itu juga memberikan informasi - informasi bahwa ada layanan kelompok dukungan Sebaya ( KDS ) yang disesuaikan dengan latar belakang dan prilakunya penderita HIV. Untuk pecandu narkoba, ada Indik Plus. Untuk perempuan ada yayasan Tunjung Putih. serta penderita yang ingin mengikuti terapi metadon telah tersedia tempat terapi metadon yang disebut Metadon Plus. Tersedia konsuler yang siaga mendampingi sesuai dengan latar belakang mereka.
Seseorang mengidap Virus HIV tidak mempunyai gejala - gejala tetapi mengalami fase – fase tertentu. Untuk Fase awal hanya ada Virus saja ( Stadium awal Achintomatic tanpa gejala ) tapi bisa menularkan. Jika sudah mencapai Fase empat / Aids, barulah bisa jelas terlihat gejala - gejala penyakit yang timbul. Orang yang terinveksi HIV daya tahan tubuhnya bisa bertahan lama jika mengunakan Obat ARV yang fungsinya untuk menekan Virus. Jika ada masyarakat yang baru mengetahui bahwa dirinya terkena Virus HIV maka Pihak Rumah Sakit akan menghubungi kelompok dukungan sebaya agar mendapat penderita HIV baru tersebut mendapat Pendamping. Tujuannya adalah mendampingi serta memberikan dukungan moril agar tidak stress dan agar tidak merasa selalu diliputi kesendirian.
Penularan Virus HIV yang paling banyak adalah melalui Hubungan Seks, selain itu juga dari pecandu narkoba dan jarum suntik. Untuk mengantisipasi masyarakat yang terinveksi HIV agar virusnya itu tidak semakin parah caranya adalah dengan melakukan hidup sehat, hindari stress, dan jika berhubungan Seks harus menggunakan Kondom. Dijelaskan oleh Novian, Cara merangkul / menggugah orang - orang yang terinfeksi Virus HIV yaitu dengan memberikan sosialisasi tentang manfaat sebuah kelompok dukungan, di sana bisa menimba ilmu, bisa mendapatkan informasi - informasi tentang kesehatan, juga bagaimana mengelola hidup dengan Virus. Kelompok Dukungan Sebaya juga sering melakukan pertemuan - pertemuan tertutup untuk orang – orang terinfeksi HIV yang disebut dengan Poschat atau Positif Chating, yang membicarakan tentang masalah pribadi, kesendirian atau kesedihan pengidap HIV dan dari kelompok dukungan akan memberikan solusi.
Warga kota yang sempat masuk secara off air di 244444 yakni Ibu Indah di Patih Nambi bertanya tentang orang yang terinfeksi HIV dengan katagori parah itu seperti apa? Kemudian apa upaya untuk membantunya? Dijawab oleh Novian, penderita yang masuk katagori parah adalah stadium 4, biasanya penderita mengalami penurunan berat badan sampai 10% dari berat badan sebelumnya, diare akut, ataupun dapat juga mengalami infeksi Paru. Untuk membantunya haruslah dengan dukungan keluarga dan orang – orang terdekat dari penderita serta juga tetap mengkonsumsi AVR. Di akhir talkshow, Novian berharap tidak ada lagi orang yang terinfeksi HIV. Lakukan ABCD, yakni seks aman, setia dengan pasangan, gunakan kondom dan tidak berbagi jarum.
-dyt-