Menu

TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 11 OKTOBER 2010

  • Selasa, 12 Oktober 2010
  • 284x Dilihat
TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 11 OKTOBER 2010
TALKSHOW SUARA LENTERA SENIN, 11 OKTOBER 2010 AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan masyarakat harus terus mengantisipasi diri agar tidak sampai tertular HIV. Untuk itulah informasi tentang HIV AIDS terus disebarluaskan kepada masyarakat agar masyarakat semakin bisa menjaga diri dan terhindar dari HIV AIDS. Demikian pula dengan RPKD FM yang senantiasa berbagi informasi seputar HIV AIDS melalui talkshow Suara Lentera setiap hari Senin pukul 09.00 hingga 10.00 Wita. Dalam kesempatan hari Senin, 11 Oktober 2010 kembali Talkshow Suara Lentera mengisi ruang dengar warga kota. Dengan narasumber dari OPSI yakni : Mbak Tiara, Mbak Rani dan Mbak Etha, talkshow dipandu oleh penyiar Yenni, dengan tema “Pemberdayaan Kaum Minoritas dan Tertindas.” Mengawali talkshow, Mbak Tiara menjelaskan bahwa kaum minoritas tidak berharap banyak dari pemerintah hanya saja OPSI ingin mendapatkan pengakuan total dari pemerintah dan pemberdayaannya dari Dinas Sosial agar dikembangkan lagi. Seperti dulu dari Dinas Sosial diadakan kursus salon juga kursus memasak. Kursus seperti itu setidaknya dilakukan berkesinambungan agar kaum minoritas ini tetap mendapat perhatian. Harapan kaum minoritas agar program pemberdayaan dari Dinas Sosial lebih banyak lagi menggali bidang lain seperti : Kecantikan, Keterampilan mejahit maupun memasak. Selain itu juga agar berkelanjutan sehingga setelah program pemberdayaan tidak dilepas tapi didampingi untuk terus diberdayakan bila perlu nantinya akan dievaluasi. Turut berinteraktif dalam talkshow ini melalui 244444 yakni dari Dimas, bertanya mengenai kaum minoritas yang ingin diakui. “Kaum minoritas ini sebenarnya banyak yang sudah berjasa bagi masyarakat. Sebenarnya jika ingin dukungan maksimal dari pemerintah, masyarakat dan lainnya sepertinya kurang mungkin juga karena sampai saat inipun masih dipandang sebelah mata. Kenapa kaum minoritas tidak mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki sebelumnya? Kenapa tidak berniat kembali ke kodratnya sehingga bisa mendapatkan apa yang diharapkan?”, tanya Dimas. Dijawab langsung oleh Mbak Tiara, “Kami tidak pernah menyangkal kodrat dari Tuhan, hanya saja kami ingin pemerataan yang telah ada ini lebih menyeluruh. Seperti dalam pembuatan identitas kami menerima kondrat kami sebagai Laki – Laki’. Bapak Paramatha di Sumerta juga sempat bergabung secara off air 244444, Bapak Paramartha bertanya, “Dengan pemberdayaan kaum minoritas ini tentu suatu langkah baik sekali. Dengan pemberdayaan berarti kedekatan dengan masyarakat akan semakin terjalin. Nah, dampaknya apakah masyarakat tidak akan ikut – ikutan bergaya seperti kalian? Jika saja yang ikutan seperti kalian itu datang dari dalam hatinya tentu tidak masalah. Bagaimana dengan masyarakat yang hanya ikut – ikutan?” Dijabarkan oleh Mbak Etha, tentu tak masalah jika ibu – ibu mencontoh gaya seperti kami asalkan sesuai dengan tempat dan suasana. Dengan pemberdayaan, kaum minoritas tidak akan menampilkan hal yang negatif. Karena telah berdaya, kita akan menampilkan segala sesuatu kepada masyarakat yang memang positif. Kedepannya OPSI ingin diperhatikan lebih jauh tentang apa yang bisa dilakukan dan dihasilkan, bersama – sama dengan masyarakat berbagi, belajar, dan saling mengisi. -dyt-