TALKSHOW SUARA LENTERA “VCT DI BALI†SENIN, 23 AGUSTUS 2010
Kembali Talkshow Suara Lentera dilaksanakan pada hari Senin, 23 Agustus 2010 Pk. 09.00 – 10.00 Wita dengan mengambil tema “ VCT di Bali †yang di pandu oleh Khrisna.
Hadir di studio RPKD dari Yayasan Kerti Praja yakni ibu Rita yang merupakan konselor dari PKVHI (Perkumpulan Konselor VCT HIV Indonesia dan seperti biasa dari Jhoti / Yakeba (Yayasan Kesehatan Bali ) hadir Novian.
Masyarakat Bali mungkin masih awam dengan VCT atau Voluntary Counseling and Testing, atau konseling dan test sukarela. Sebenarnya VCT adalah kegiatan konseling bersifat sukarela dan rahasia, yang dilakukan oleh seorang konselor VCT yang terlatih, yang dilakukan sebelum dan sesudah test darah untuk HIV di laboratorium. Tes HIV dapat dilakukan setelah klien terlebih dulu menandatangani inform consent (surat persetujuan tindakan).
Dijelaskan oleh ibu Rita Yayasan Kerti Praja (YKP) sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu dan memiliki 1 klinik untuk melaksanakan VCT serta pengambilan obat ARV. Pendiri YKP adalah seorang ahli kesehatan yakni bapak Prof. Dewa Putu Wirawan yang juga merupakan seorang dosen. Di klinik YKP tersedia 3 orang dokter yang praktik dari jam 8 hingga jam 3 sore, dibantu 28 orang konselor dan petugas lapangan. Untuk tes VCT dan Sipilis/IMS tidak dipungut biaya, dan tahapan VCT diawali dengan memberikan pemahaman tentang HIV kepada klien barulah tes dan pendampingan bisa dilakukan. YKP ada di Jln. Raya Sesetan No. 270 (samping kanan lapangan Pegok). Saat ini terdata ada 365 orang positif HIV yang rutin memeriksakan diri ke YKP, hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri semakin banyak. Diawal kedatangannya ke YKP, klien yang terbukti positif akan didampingi oleh konselor agar tidak stress, dan dianjurkan untuk mengkonsumsi obat secara rutin. Sebelum menjadi konselor , terlebih dahulu mendapatkan pelatihan untuk menangani pasien. Sedangkan mengenai obat ARV, pemerintah membantu dengan memberikan subsidi, bahkan untuk pasien yang kurang mampu bisa mendapatkan obat secara gratis.
Bapak Ngurah di Sesetan menyempatkan diri on air dan menanyakan, “Apa peran VCT terhadap penangggulangan HIV yang semakin meningkat kasusnya di Indonesia ?†Dan secara off-air Andri di Peguyangan juga bergabung di 244444 dengan pertanyaannya, “Kenapa Proses VCT itu penting dilaksanakan dan siapa saja yang memerlukan layanan VCT ini? Apakah hanya untuk penderita HIV/AIDS saja?â€. Dijelaskan oleh Novian, VCT sangatlah penting dilakukan bukan hanya untuk penderita HIV tapi juga untuk masyarakat umum apalagi yang beresiko tinggi. Selain itu, VCT penting karena memberikan dukungan untuk kebutuhan kliennya seperti perubahan perilaku, dukungan mental, dukungan terapi ARV, dan pemahaman yang benar dan faktual tentang HIV, AIDS serta untuk dapat mengakses ke semua layanan yang dibutuhkan terkait pencegahan dan pengobatan HIV, AIDS. Sedangkan salah satu kegiatan untuk mengantisipasi penyebaran AIDS, Yayasan Kerti Praja sudah melaksanakan penyuluhan ke banjar, dengan melakukan tes terhadap 150 orang ibu hamil dan hasilnya terdapat 15 ibu hamil yang positif HIV. Dengan hasil seperti itu, mereka selanjutnya melakukan tahapan – tahapan berikutnya untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh penderita.
Dalam kesempatan ini ada Ibu Ratih dari Batu bulan yang bertanya apakah ibu hamil bisa melakukan VCT? jika positif, apakah yang harus dilakukan? Ibu hamil boleh melakukan VCT, jika memang positif, dan akan dilakukan program pecegahan dari ibu ke anak atau PMTCT yaitu melakukan terapi agar anak dalam kandungan tidak tertular. Penularan dari ibu ke anak bisa melalui persalinan normal dan menyusui. Sehingga solusi yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan obat ARV dan melaksanakan persalinan secara Cesar dan tidak menyusui bayinya. Untuk mengetahui apakah bayi tertular atau tidak, tes VCT dapat dilaksanakan setelah berusia 18 bulan.
Di menit- menit terakhir ada penelpon secara on air di line telp 244444 yaitu bapak Ariana di Tabanan yang menanyakan apa fungsi dari obat – obatan ARV, dan bagaimana cara menangani OHDA yang mempunyai keinginan untuk menularkan virus itu kepada orang lain? Dan solusi apa yang dapat dilakukan agar orang yang belum tes tetapi ternyata terkena virus agar tidak menularkan kepada orang lain?Ditanggapi oleh Bapak novian bahwa obat ARV ini fungsinya adalah untuk menghambat virus dan meningkatkan kekebalan tubuh pasien, bukan untuk membunuh virus, karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin HIV/AIDS. Untuk menangani OHDA yang mempunyai keinginan untuk menularkan virus itu kepada orang lain konselor hanya bisa memberikan kesadaran kepada mereka untuk berpikir lebih jauh kedepan tidak melakukan niatnya itu, malahan harus membantu untuk melakukan pencegaha. Jadi kepada masyarakat tentunya harus berhati – hati agar tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan tidak sah/terikat perkawinan, setia hanya pada satu pasangan, dan gunakan kondom.
Selanjutnya untuk mengetahui diri tertular atau tidak khususnya untuk kelompok beresiko sebaiknya melakukan test, dan terbuka terhadap keluarga terdekat.
Diakhir acara para narasumber menghimbau agar yang berprilaku beresiko tinggi agar jangan lupa pakai kondom dan lakukan hal – hal yang positif. Untuk yang sudah terinfeksi, jaga kesehatan dan jangan menularkan kepada orang lain.
¬_ dyt / dhia _