Menu

TALKSHOW SUARA LENTERA “PENDAMPINGAN UNTUK ORANG TERINFEKSI HIV” SENIN, 16 AGUSTUS 2010

  • Senin, 16 Agustus 2010
  • 394x Dilihat
TALKSHOW SUARA LENTERA “PENDAMPINGAN UNTUK ORANG TERINFEKSI HIV” SENIN, 16 AGUSTUS 2010
TALKSHOW SUARA LENTERA “PENDAMPINGAN UNTUK ORANG TERINFEKSI HIV” SENIN, 16 AGUSTUS 2010 Talkshow bersama KPA Provinsi Bali kembali dilaksanakan pada hari Senin, 16 Agustus 2010 di 91,45 FM RPKD dipandu oleh Krisna selama satu jam. Hadir dua orang narasumber yaitu Ibu Antin dari Bali Plus yang berdiri sejak tahun 2001 yang beralamat di Jalan Tukad Buaji gang Lotus no.30 Panjer, Denpasar. Ibu Antin sendiri bergabung di Bali Plus sekarang menjadi Spirit Paramacita sudah empat tahun yang sehari – harinya mendampingi orang yang sudah terinfeksi HIV. Dan Bapak Novian Heriawan yang bergabung di Yayasan Kesehatan Bali sebagai Koordinator pendamping orang yang terinfeksi HIV untuk wilayah Tabanan dan sekarang mewakili organisasi Joti yaitu organisasi yang memberikan dukungan kepada orang – orang yang terinfeksi HIV, untuk di Bali organisasi ini belum memiliki Sekretariat, hanya melalui contact person saja.Organisasi Joti dibentuk untuk untuk membantu kebijakan menghormati hak asasi bagi orang – orang yang terinfeksi HIV, seperti Hak untuk mendapatkan pekerjaan. Topik yang diangkat hari ini adalah “ Pendampingan Untuk Orang Terinfeksi HIV”. Dibali yayasan Spirit Paramacita atau Bali Plus ini berpengalaman sekali dalam pendampingan, visinya sendiri adalah pemberdayaan dan memberikan informasi tentang bagaimana hidup positif dengan virus itu sendiri. Joti ada secara nasional dan sekmasnya berada di jakarta. Untuk di Bali keberadaan joti tergabung dari orang-orang yang terinveksi. Untuk perekrutan anggota kita bekerjasama dengan pendamping dan melakukan penjelasan - penjelasan tentang joti ini bagi orang - orang yang masih tertutup tentang penyakitnya. Keberadaan Bali Plus awalnya didirikan dari beberapa orang, karena melihat bahwa ODHA harus ada yang memperhatikan. Pertama awal di bentuknya disebut Kelompok Dukungan Sebaya ( KDS ) dan mengundang teman - teman yang mau ikut bergabung dengan memberikan dukungan dan harapan serta untuk sekarang keberadaan anggotanya sudah mulai meningkat dan dirikan menjadi yayasan. Pendiri yayasan ini bukan dari penderita / yang terinveksi saja saja tapi ada juga dari lapisan masyarakat yang tergerak hatinya untuk mendukung teman-teman ODHA. Keberadaan yayasan ini dari tahun 2001-2010 sudah ada 500-600 orang anggota yang didampingi oleh 3 orang dan ada juga beberapa relawan untuk ditempatkan di kabupaten-kabupaten gunanya untuk membantu pendamping yang sekarang di sebut Sobat Plus. Pengalaman Pelaksanaan pendampingan menurut pak Novian itu gampang-gampang susah, “Pendekatan yang kita lakukan misalnya kita undang atau saat sakit kita menjenguk kerumah sakit seperti itu pendekatan paling gmpang. Untuk mengetahui orang yang terinveksi kita lakukan sosialisasi di rumah sakit,jika ada orang yang terinveksi kita datangi dan kita tawarkan pendampingan supaya orang yang memiliki penyakit tidak merasa sendirian, biasanya kita berikan kekuatan dan harapan.” jelasnya. Pendampingan yang ideal kita lakukan kepada penderita adalah yang baru tahap awal terkena HIV agar mereka mengerti harus berbuat apa, jika yang sudah sakitnya parah kebanyakan dari mereka putus asa makanya kita tawarkan dari awal kepada mereka bahwa ada kelompok dukungan / layanan kesehatan yang akan membantu mereka. Dari ibu Antin mengatakan gampang-gampang susah juga, “Karena terkadang dari pihak rumah sakit sudah menawarkan namun penderita masih merasa sehat jadinya kita tidak bisa masuk dan kita kembalikan ke dampingan itu sendiri dan terjadi juga diskriminasi langsung dari jenasah ODHA, dan sering juga di telpon untuk memberika dukungan kepada keluarga dampingan ini untuk ikut memandikan jenazah juga. Biasanya kalo terjadi kasus - kasus seperti itu kami laporkan ke KPA pusat untuk ditidaklanjuti untuk melakukan penyuluhan. Untuk memandikan jenazah kepada yang terkena HIV ataupun tidak, seharusnya menggunakan sarung tangan. Untuk mencegah virus HIV agar tidak masuk ke tubuh kita, ditekankan oleh bapak Novian agar masyarakat menjalankan ABCDE ( Abstinance, Be Faithfull, Condom, Don’t inject, Education ) yaitu : Tidak berhubungan seksual sebelum waktunya, setia dengan pasangan, gunakan kondom jika berhubungan seksual yang rentan terserang HIV, tidak bertukar – tukar jarum suntik, dan pelajari pengetahuan tentang HIV agar kita dapat terhindar dari HIV. Selain itu, bapak Novian berpesan sebelum mengakhiri talkshow yakni agar masyarakat tidak lagi mendiskriminasikan ODHA, berikan mereka dukungan karena mereka pada dasarnya sama saja dengan kita. -dhia_tsn-