TALKSHOW SUARA LENTERA “KETERLIBATAN ODHA/ODHIV DALAM PENANGGULANGAN AIDS†SENIN, 9 AGUSTUS 2010
Perkembangan kasus HIV dan AIDS di Bali akhir – akhir ini sungguh sangat mengkhawatirkan. Keterlibatan seluruh lapisan masyarakat sangat diharapkan dalam penanggulangan HIV dan AIDS ini. Termasuk juga di dalamnya yakni ODHA/ODHIV (Orang Dengan HIV dan AIDS). Karena ODHIV juga memegang peranan penting untuk ikut serta membantu menekan penyebaran virus HIV. Demikian terungkap dalam talkshow Suara Lentera bersama KPA Provinsi Bali dengan narasumber Agung dan Christian dari Yayasan Gaya Dewata Bali dan penyiar Krishna.
Saat ini pemahaman masyarakat masih kurang tentang HIV dan AIDS, sehingga memunculkan stigma dan diskriminasi terhadap Odhiv itu sendiri. Bukan hanya itu saja, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Banyak masyarakat usia produktif terinfeksi HIV yang akhirnya enggan untuk memeriksakan diri ke layanan kesehatan maupun untuk terapi kesehatan ( mengkonsumsi ARV ), sehingga masyarakat yang sudah mengetahui dirinya Odhiv akan selalu bersembunyi, menutup diri dan tidak tertolong untuk diberikan pengobatan yang mengakibatkan semakin tingginya angka kematian pada usia produktif, dan hal ini menimbulkan dampak yang tidak baik dalam program penanggulangan HIV dan AIDS di masyarakat. Dengan penerimaan Odha di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat maka Odhiv akan bisa terlibat secara penuh dalam program penanggulangan HIV dan AIDS, dan tidak lagi main kucing – kucingan lagi seperti misalnya Odhiv bisa terapi ARV dengan nyaman tanpa adanya rasa kekhawatiran diketahui keluarga sehingga bisa menjaga dan meningkatkan kesehatannya dan tetep bisa berkarya seperti sebelumnya.
Bila kita perhatikan, gejala orang terinfeksi virus HIV hampir sama dengan penyakit umum seperti sering terkena diare, demam, sering batuk – batuk, semua orang bisa sakit diare namun gejala HIV intensitasnya lebih tinggi. Jika sudah mengetahui dirinya sakit apalagi ada gejala HIV harus segera di obati dan ditangani. Untuk memeriksa apakah terinfeksi HIV atau tidak bisa di Rumah Sakit Wangaya, Rumah Sakit Sanglah, Klinik Amerta di Jalan Raya Sesetan, Puskesmas Sanur di Jalan Danau Buyan. Dari data yang diperoleh saat ini ODHIV yang sudah bergabung di Yayasan Gaya Dewata, ada sekitar 60 orang. Mereka disarankan untuk mengikuti terapi dan mengkonsumsi ARV sesuai dengan petunjuk dokter. Untuk ODHIV yang sudah dinyatakan positif HIV belum tentu langsung boleh mengkonsumsi obat, karena ada ketentuan dari WHO yang menentukan jika kekebalan tubuh 200 atau sudah terinveksi overtonestik baru boleh mengkonsumsi ARV, karena ARV adalah obat keras yang bisa menimbulkan efek samping dan harus diminum seumur hidup. Dan apabila ARV diminum sembarangan resikonya apabila putus obat, tubuh akan jadi resisten terhadap obat tersebut. Sedangkan mengenai harga obat, dahulu harganya sangat mahal, mencapai 3 jutaan rupiah per bulan untuk 1 orang, akan tetapi saat ini pemerintah membantu dengan memberikan subsidi dan kini harganya hanya 300 ribu per bulan.
Seperti manusia normal lainnya, ODHIV juga ingin melanjutkan keturunan, untuk kasus seperti ini harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter agar sebisa mungkin tidak menularkan kepada pasangannya demikian juga bayi yang akan lahir nanti. Sedangkan bagi ODHIV yang sudah memiliki pasangan tentu hal ini menjadi dilema untuk menjalankan tugasnya sebagai suami/istri, dalam hal ini harus diberikan pengertian secara perlahan kepada pasangan dan tentunya dengan menggunakan pengaman/kondom. Sedangkan untuk penanganan bagi pasien ODHIV apabila sampai masuk rumah sakit, para dokter atau perawat rumah sakit hendaknya melakukan perawatan sesuai standar yang berlaku dengan tidak membedakan ODHIV dengan orang lain.
Masyarakat tidak perlu terlalu takut dalam pergaulan dengan ODHIV, karena virus tidak akan menular melalui sentuhan, bersalaman atau memakai alat makan bersama. Penularan akan terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah dan jarum suntik. Jadi jangan khawatir apabila sewaktu – waktu anak anda jatuh dan ditolong ODHIV, virusnya tidak akan menular pada anak anda, penularan hanya melalui cairan tubuh.
Untuk ODHIV agar tetap menjaga kesehatan dan membantu pemerintah didalam penanggulangan HIV/AIDS dengan sosialisasi dan tidak menularkan kepada orang lain, dan masyarakat hendaknya tidak memandang rendah tetapi ikut memberikan dukungan.
…dyta…