Menu

Talkshow sosialisasi pelaksanaan “Serangan Island Green Festival 2010”

  • Kamis, 25 November 2010
  • 237x Dilihat
Talkshow sosialisasi pelaksanaan “Serangan Island Green Festival 2010”
Rabu, 24 November 2010 berlangsung talkshow sosialisasi pelaksanaan “Serangan Island Green Festival 2010” bersama Bapak Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar Ir. A.A. Bagus Sudharsana, Dipl. PLG Pulau Serangan berada di kawasan Denpasar Selatan. Dengan segala pesona yang dimiliki pulau ini melalui festival Serangan diharapkan segala potensi dan daya tarik pulau ini akan tergarap dengan baik. Dan dengan tergarapnya potensi ini pulau Serangan akan makin dikenal baik oleh masyarakat lokal maupun internasional. Pesona Pulau Serangan dilaksanakan untuk kedua kalinya oleh Pemkot Denpasar bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat Serangan. Pelaksanaan Festival ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 26 sampai dengan 28 November 2010. Latar belakang event ini selain karena keunikan Pulau Serangan dan masyarakatnya, dengan luas ± 400 hektar, bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki terutama potensi laut dan multikultural masyarakatnya. Untuk tem destival kali ini adalah “closer natural” atau pendekatan kepada alam. Pada Tanggal 26 November 2010 nanti, Serangan Island Green Festival akan dibuka langsung oleh Bapak Wali Kota Denpasar dimulai dengan pelaksanaan Clean and Green Denpasar dengan kegiatan bersih- bersih dan penanaman pohon yang kebetulan bertepatan dengan hari penanaman pohon nasional yang diresmikan oleh Presiden. Selain itu juga ada stand kuliner, susur mangrove (penyusuran hutan mangrove di sepanjang pantai Serangan), penanaman terumbu karang, pelepasan tukik dan pengembangan 'Marine Garden' sebagai obyek wisata yang dikelola oleh masyarakat berkolaborasi dengan pihak swasta. Pada hari kedua ada green camp (kemah dari forum OSIS SMA dan SMK se-Kota Denpasar) dikoordinir oleh Disdikpora Kota Denpasar yang berlangsung selama dua hari diisi dengan ceramah remaja dan karya ilmiah dari Kisara, LSM peduli lingkungan dan BLH dengan lubang peresapan (biopori). Hari ketiga dilaksanakan Green bike festival yang diikuti oleh club-club sepeda yang dikoordinir oleh sekretariat bersama sepeda (Samas). Untuk promosi acara Pesona Pulau Serangan dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Denpasar, dan disiapkan pula fasilitas shuttle bus untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Serangan secara gratis. Ibu Nandi menggunakan kesempatan baik ini untuk bertanya kepada narasumber, melalui line telp.(0361)244444 “sejauh mana usaha pemkot mengembangkan wisata di Serangan? dan acara apa saja yang akan ditampilkan” Dijelaskan bahwa pada Pesona Pulau Serangan 2010 ini, masyarakat diajak untuk ikut menggarap segi ekonomi dan edukasi, pada acara nanti masyarakat lokal Serangan akan berjualan membuka stand kuliner permanen pada 20 stand yang sudah disiapkan, begitu juga dengan berbagai kegiatan lainnya seperti kegiatan susur mangrove dan melihat lumba-lumba serta pelepasan tukik juga akan dipandu dan dikelola oleh pemandu yang berasal dari yayasan setempat yang merupakan bagian dari Desa Adat Serangan. Dan untuk kegiatan yang akan berlangsung pada pesona pulau Serangan 2010 ini diantaranya adalah susur mangrove, pelepasan tukik, penanaman terumbu karang, green camp dan ada acara hiburan berupa tari-tarian, fun bike dan hiburan lainnya. Tentunya juga selama 3 hari tersedia kuliner khas Serangan seperti krupuk klejat, bulung (rumput laut), ikan laut dan masih banyak kuliner lain yang tidak ada pada daerah lain. Lebih lanjut dijelaskan untuk penataan tempat pada event pesona pulau Serangan ini mengambil 4 venue, satu diantaranya yaitu yang bertempat di depan jaba Pura Sakenan yang saat ini sudah dibangun 20 stand permanen dan rencananya akan dibangun 16 stand semi permanen untuk masyarakat ekonomi kecil yang akan dibagi penempatannya oleh Kepala Desa kepada 7 banjar dan 1 Kampung Bugis di Serangan , masing-masing dari banjar tersebut berjualan dua orang. Untuk mendukung persiapan Pesona Pulau Serangan ini masyarakat melakukan pembersihan dengan bergotong royong bersama 7 banjar yang dibantu oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar, juga ada dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan yang akan membantu melepas ikan nilam di kolam pancing yang sudah di buat oleh masyarakat. Satu pertanyaan melalui off air kembali hadir Bunga dari Padang sambian melalui line tlp. (0361) 244444 dengan pertanyaan : Partisipasi masyarakat dalam perbaikan lingkungan di pulau serangan yang kita ketahui sedikit gersang, apa saja yang sudah dilakukan oleh masyarakat serangan ? Jangan sampai dengan di adakannya acara di Pulau Serangan yang dari pemerintah dan juga dari masyarakat luar yang datang masuk untuk membantu penghijauan tapi masyarakatnya sendiri kurang respon. Dijelaskan oleh Bapak Kepala Badan Lingkungan Hidup bahwa pemerintah sudah melakukan rapat dengan mengumpulkan Kelian Banjar, Bapak Lurah , Bendesa Adat dan lain sebagainya, mengajak dan menghimbau mereka dan memberikan penjelasan bahwa pemerintah sudah mempasilitasi acara ini dan mohon untuk menjaga kebersihan. Dan kedepannya, Wisatawan mau datang ke festival selanjutnya tergantung dari bagaimana masyarakat menyikapi hal itu. Sedangkan mengenai kegersangan wilayah, sudah dilakukan penghijauan dengan mengajak Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2009 dengan menanam 700 pohon tapi sebagian besar pohon tersebut pada akhirnya dimakan oleh ternak yang tidak dikandangkan, jadi diharapkan kepada masyarakat kejadian seperti ini tidak terulang lagi dengan membuatkan kandang untuk ternaknya tersebut. Dalam acara ini, peran masyarakat dalam mengisi stand-stand kuliner yang sudah disiapkan oleh pemerintah dan itu gratis, tapi ada juga stan yang disediakan oleh desa, dan itu merupakan kewenangan dari desa untuk mengelolanya. Selamat berwisata dan berbelanja... _dia&rin_