Menu

TALKSHOW PNPM MANDIRI

  • Senin, 26 April 2010
  • 1029x Dilihat
TALKSHOW PNPM MANDIRI
PNPM adalah suatu badan yang berperan sebagai fasilitator agen pemberdayaan PNPM Mandiri Perkotaan. untuk dibali sudah ada sejak tahun 2007 .Diharapkan ada perubahan pada masyarakat sehingga akan tercapai suatu hidup yang lebih layak demikian dipaparkan oleh Bapak Imam Baihaqi dari PNPM Mandiri yang dipandu oleh Krishna dalam talkshow wacana praja hari Jum’at, 23 April 2010 di Radio Pemerintah Kota Denpasar 91.45 FM. Selain itu juga hadir narasumber dari BKM Kota Denpasar Bapak I.G Ketut Subaga dan dari KORKOT Bali PNPM Perkotaan KMW 7 bali Bapak Denny Jauhari. Lebih lanjut dijelaskan bahwa akan ada disetiap kecamatan ada tim fasilitator untuk mendampingi dari awal termsuk sosialisasi. PNPM Perkotaan dengan harapan seluruh program menjadi satu dalam penanggulangan kemiskinan. Diharapkan ada gerakan secara bersama-sama dalam penanggulangan kemiskinan yang ada. PNPM Perkotaan sendiri ada dibawah Departemen Pekerjaan Umum. Sementara ada sekitar 12 PNPM disetiap Departemen yang penanganannya disesuaikan dengan kondisi daerah itu sendiri. Dalam perekrutan anggota PNPM ada dibawah konsultan wilayah yang selanjutnya dikontrak oleh satker pembangunan wilayah dalam hal ini Propinsi, secara umum dibutuhkan lulusan sarjana, disesuaikan dengan kebutuhan fasilitator tersebut dan daerah, untuk mengetahui secara umum masalah-masalah yg ada didaerah. Peranan fasilitator di dalam kehidupan masyarakat Bali pada umumnya, yakni sebagai agen proyek dan sebagai agen pemberdayaan. Sebagai agen proyek harus ada laporan-laporan yang difasilitasi oleh konsultan-konsultan wilayah dalam hal sisi informasi managemen. Sebagai agen pemberdayaan, tugas fasilitator adalah merubah masyarakat termasuk perilaku masyarakat dalam proses pendampingan dari sisi lokal genius setiap masyarakat. PNPM masuk ke Kota Denpasar karena dilihat dari lokal jenius masyarakat yang dipakai sebagai acuan oleh fasilitator sebagai data masuk untuk dibuatkan program lebih lanjut ke banjar- banjar dan dengan dibantu oleh kelian setempat. Dalam kesempatan talkshow kali ini ada beberapa penanya yakni bapak Wawan di Panjer yang menanyakan masalah program PNPM sendiri dan apakah bedah rumah termasuk dalam program ini, dan bapak Ardana di Denpasar yang menanyakan sumber dana PNPM dan cara mengetahui siapa saja yang mendapatkan program PNPM itu sendiri. Kedua pertanyaan tersebut dijawab oleh bapak Imam Baihaqi bahwasanya dilakukan terlebih dahulu pendekatan kepada masyarakat dan mengenai program yang dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan secara sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan, termasuk juga untuk bedah rumah, namun tidak sebatas itu saja masih banyak program lainnya untuk masyarakat . Khusus untuk pendataan kriteria masyarakat miskin berbeda disetiap kelurahan, diperlukan data base yang didapat melalui kajian-kajian yang dimulai dari sosial kesehatan masyarakat dan akan terbit yang dinamakan PS2 atau daftar miskin sehingga ini bisa menjadi daftar lanjutan untuk masyarakat yang berhak mendapatkan PNPM. Selain bantuan pusat, sponsor-sponsor dari pihak swasta sangat diperlukan untuk mendukung program-program PNPM sendiri. Sementara itu dijelaskan lebih lanjut bahwasanya untuk sumber dana yang diperoleh untuk PNPM ini sendiri berasal dari APBN yang didanai oleh Bank Dunia dan dari APBD sharing antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Untuk mengetahui masyarakat mana saja yang bisa mendapatkan PNPM supaya tidak terjadi kesalahpahaman, disini peranan fasilitator sebagai media sosialisasi, advokasi dan fasilitasi sangat dibutuhkan. Setelah masyarakat mampu untuk melaksanakan program ini secara mandiri untuk selanjutnya akan dilaksanakan program pembinaan ke daerah lainnya. Dengan demikian seluruh masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara keseluruhan. *bams*