TALKSHOW PETINGET RAHINA TUMPEK LANDEP
TALKSHOW PETINGET RAHINA TUMPEK LANDEP
Pada Hari Kamis 30 September 2010 pukul 08:00-09:00 WITA, berlangsung Talkshow di Studio RPKD 91,45 FM dengan menghadirkan narasumber Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Drs.Wayan Gatra, Msi dan Kepala Bidang 2 dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar mengulas mengenai event Petinget Rahinan Tumpek Landep yang akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 11 Oktober 2010.
Dijelaskan oleh Kadis Perindag bahwa Petinget Tumpek Landep yang berlangsung tahun 2010 ini adalah untuk yang kedua kalinya yang bertujuan untuk memperingati dan lebih mendalami makna perayaan hari Tumpek Landep. Tumpek Landep kalau dilihat dari segi pelaksanaan Upacara, tampak masyarakat sudah menjalankan dengan baik, sedangkan maksud dari pelaksanaan event Petinget Tumpek Landep adalah untuk memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai aplikasi Tumpek Landep di lapangan dan pemaknaan dari filosofi atau taksu dari Tumpek Landep itu sendiri. Perayaan Tumpek Landep setelah turunnya ilmu pengetahuan pada Hari Raya Saraswati adalah sebagai simbol penajaman dari pada pemikiran umat Hindu.
Adapun tema yang diangkat dari Petinget Rahina Tumpek Landep tahun ini adalah “Petinget Rahina Tumpek Landep Nyujur Keajegan Budaya Bali Muah Budaya Nusantaraâ€. Artinya tiada lain adalah mencoba untuk mengangkat dan meningkatkan keajegan budaya Bali yang lahir dari filosofi nenek moyang kita yang begitu tinggi, salah satu caranya yakni dengan menampilkan Pameran Keris. Pameran ini akan diikuti oleh kolektor Keris, baik dari Bali seperti dari koleksi bapak Gubernur, bapak Wakil Gubernur serta kolektor yang terkenal serta pemilik Museum Keris Bali bapak Suteja Neka, dan kolektor dari luar daerah yang akan diundang untuk memperkaya khasanah koleksi Keris Nusantara. Selain pameran Keris, juga akan ditampilkan hasil karya dari para Pande Besi agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan kerajinan ini di Kota Denpasar.
Keris sebagai simbol utama diangkat dalam Petinget Rahina Tumpek Landep karena Keris di Bali merupakan salah satu simbol dari tulang rusuk manusia, yang amat penting perannya dalam kehidupan. Selanjutnya, jika kembali berbicara mengenai tema yang berisikan kata “Budaya Nusantaraâ€, hal ini karena bukan hanya Bali saja yang memiliki Keris tetapi hampir di seluruh Nusantara, dengan jenis ataupun nama yang berbeda, melalui pameran ini diharapkan Keris mampu menjadi icon Nusantara.
Pembukaan Petinget Rahina Tumpek Landep akan diisi dengan acara olahraga di lapangan Puputan Badung yang secara ceremonial akan di buka oleh Bapak Walikota Denpasar, kemudian diisi oleh hiburan dari Panti Asuhan Dharma Jati, selanjutnya Bapak Walikota akan mengunjungi stand – stand yang ada di areal pameran Petinget Rahina Tumpek Landep di depan Museum Bali, utamanya yakni di stand pameran Keris di dalam Museum Bali yang sebelumnya sempat juga dilaksanakan pameran Cili. Selain pameran ada juga bursa Keris, display cara perawatan Keris, pameran kerajinan pande Besi, dan Food Heritage. Untuk hiburan akan disajikan Bondres, Wayang Kulit, dan Band Pelajar.
Pameran dilaksanakan selama 4 hari, dibuka mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA. Terkait dengan pelaksanaan pameran yang bertepatan dengan Rainan Tumpek Landep, dimana biasanya seluruh peralatan bahkan senjata dibuatkan suatu upacara khusus, keris – keris yang dipamerkan juga diupacarai di lokasi pameran. Pada Pameran Keris tersebut salah satu hal yang sangat menarik adalah adanya demo cara perawatan Keris gratis oleh Paiketan Tosan Aji Bali, dimana masyarakat yang ingin tahu cara merawat ataupun membersihkan Keris dapat membawa koleksi langsung.
Ditegaskan kembali oleh Kepala Disperindag bahwa dalam Petinget Rahina Tumpek Landep ada 2 lokasi pameran yakni di dalam Museum Bali dan di depan Museum Bali. Di depan Museum akan disajikan stand dari para pande Besi juga stand Kuliner. Sedangkan di dalam Museum Bali akan berlangsung pameran Keris.
Bapak Budi – Kesiman menanyakan tentang “Apakah ada hal – hal yang berbeda antara Petinget Rahina Tumpek Landep tahun lalu dengan yang akan berlangsung sekarang, apakah ada yang special di Petinget Rahina Tumpek Landep tahun ini?â€, dijawab langsung oleh Bapak Kadis Perindag bahwa dalam pelaksanakan kegiatan tentunya ingin menyajikan yang terbaik dari evaluasi tahun lalu dikembangkan untuk tahun ini. Jika tahun lalu dulu digabung antara pameran dengan Keris, akan tetapi saat ini ‘Keris’ lebih diangkat dan diberikan tempat tersendiri, termasuk yang special ada demo cara merawat Keris. Keris diangkat dalam pameran ini, karena keris sebagai senjata tradisional leluhur kita dalam berperang melawan penjajahan mempunyai suatu makna uang sangat spesial demikian juga keunikan keris yang tentunya berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya, selain itu juga untuk mengangkat produk kerajinan lokal daerah. Dan dalam pameran tahun ini juga diselenggarakan sarasehan dengan menghadirkan pembicara yang merupakan pakar – pakar dalam bidangnya masing – masing seperti dari Univ. Udayana, pemilik dan kolektor keris dan juga dilihat dari prospek ekonomi.
Ibu Linggar di Suwung juga sempat menanyakan tentang keberadaan pande besi di Denpasar apakah sudah dibuatkan asosiasi atau paguyuban untuk berkumpul dan berbagi pengalaman serta bagaimana peran Disperindag sendiri dalam membina para pande besi ini agar lebih maju dan berkembang?â€. Dijelaskan secara jelas bahwa, asosiasi Pande Besi di Denpasar sudah ada sejak bulan Februari 2010, yang dikukuhkan oleh Bapak Walikota Denpasar saat Launching Inkubator Bisnis di Pasar Kumbasari. Kedepannya diharapkan persaingan di industri logam dapat berlangsung sehat, dimana Disperindag telah melakukan pembinaan terhadap pande besi di Denpasar secara berkelanjutan, yakni melalui pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM serta membantu dengan penyediaan peralatan.
Kemudian Ibu Lisa - Sesetan menanyakan tentang keikutsertaan SMK ataupun STM dalam kegiatan ini, karena sebagian besar siswa-siswa tersebut juga bergerak dalam bidang mesin yang mungkin bisa terkait dengan acara Petinget Tumpek Landep ini?, dijelaskan oleh Kadis Perindag bahwa khusus mengenai partisipasi anak – anak sekolah, diberikan akses atau peluang seluas-luasnya untuk mereka yang ingin ikut dalam pameran, utamanya sekolah yang mempunyai jurusan mesin ataupun yang sejenis, dan disiapkan pula jadwal kunjungan ke areal Pameran. Diharapkan dengan peluang-peluang yang diberikan, setamatnya dari sekolah, siswa-siswa tersebut dapat mengaplikasikannya secara nyata dilapangan.
Masyarakat diharapkan untuk berkunjung menyaksikan pameran, kuliner dan juga hiburan bondres Dwi Mekar Singaraja, Wayang Cengblonk dan kesenian tradisional lainnya.
..Rin..