TALKSHOW MAHA BHANDANA PRASADHA SENIN, 30 SEPTEMBER 2010
TALKSHOW MAHA BHANDANA PRASADHA SENIN, 30 SEPTEMBER 2010
Pada hari Kamis, 30 September 2010 hadir tiga orang narasumber dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yaitu Drs. I Made Mudra, M.Si selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, dan Nyoman Suarsa serta Made Sariani selaku Panitia Maha Bhandana Prasadha dalam Talkshow “Sosialisasi Maha Bhandana Prasadha 2010â€. Talkshow berlangsung selama 1 Jam dipandu oleh penyiar Anggreni.
Maha Bhandana Prasadha merupakan program seni budaya khas kota Denpasar yang berlangsung di kawasan Caturmuka Denpasar. Event ini berlangsung dari hari Jumat, 1 Oktober sampai dengan Minggu, 3 Oktober 2010, dengan Tema “Maha Bhandana Prasadha Sebagai Wahana Pelestarian dan Kreativitas Seni Budaya Menuju Kearifan Budaya Unggulanâ€.
Beragam kegiatan dihadirkan dalam event ini, diantaranya adalah : Pertunjukan Seni Tradisional seperti Parade Gong Kebyar, Gambelan Gambang, Lelambatan, Selonding, Ngelawang bebarong, Gandrung, Geguntangan, Pesantian, Palegongan, Gong suling dan Arja. Ada pula Pameran Kerajinan, kuliner dan pawai ragam seni pertunjukan era tahun enam puluhan sampai 2010.
Dijelaskan oleh Bapak Nyoman Suarsa bahwa dalam acara pembukaan Maha Bhandana Prasadha akan dilaksanakan penutupan arus lalu lintas di seputaran Catur Muka pada Pk.13.00 wita yang akan dibantu penanganannya oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Poltabes, dan instansi terkait. Dalam pembukaan Maha Bhandana Prasadha akan ditampilkan 4 grup ngelawang yang datang secara bersamaan dari 4 penjuru arah, 15 jenis tarian secara medley, yaitu tari Baris, tari Pendet Penyambutan, tari Panyembrahma, tari Condong, tari Mregepati, tari Kupu – Kupu Tarum, tari Truna Jaya, tari Manuk Rawa, tari Gopala, tari Kidang Kencana, tari Cilinaya, tari Jaran Teji, tari Cendrawasih, tari Tedung Sari, dan tari Sekar Jempiring yang akan dibawakan oleh 600 penari dari 30 sanggar tari di Kota Denpasar.
Acara pembukaan Maha Bhandana Prasadha akan ditandai dengan penancapan Kayonan. dilanjutkan dengan tari baris sebagai lambang sight seeing pariwisata Denpasar.
Dalam kesempatan interaktif bersama narasumber di line telp 244444 Ibu Sari di Jln. Setia Budi menanyakan mengenai pemilihan tema ‘Maha Bhandana Prasadha sebagai Wahana Pelestarian dan Kreativitas Seni Budaya Menuju Kearifan Budaya Unggulanâ€, dijelaskan oleh Bapak Kepala Dinas Kebudayaan tema tersebut dipilih karena ada spirit untuk menumbuhkan rasa heroik, rasa bela negara, bagaimana kita mengenang para pahlawan dalam hal ini semangat Puputan Badung. Jadi Maha Bhandana Prasadha ini memberikan semangat untuk seluruh generasi yang dikemas dalam bentuk kreatifitas.
Kemudian Ibu Ditha dari Jln. Cokroaminoto menyatakan bahwa, “Maha Bhandana Prasadha tahun lalu terkesan asal – asalan dan kurang menarik, apa tahun ini panitia sudah mengemas lebih baik?â€, ditanggapi oleh narasumber memang tiap tahunnya Maha Bhandana Prasadha dikemas berbeda. Dan tahun ini dengan menampilkan beberapa jenis tarian dari era 60’an sampai sekarang. Harapan dari Panitia semoga untuk tahun ini bisa dinikmati.
Dan kesempatan terakhir digunakan oleh Ibu Tari di Denpasar via on air yang menanyakan, “Sebenarnya apa tujuan pelaksanaan Maha Bhandana Prasadha? dan apa manfaat yang didapat oleh masyarakat?†di jelaskan oleh para narasumber dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Maha Bhandana Prasadha memberikan spirit, memberi ruang dan tempat untuk berkreatifitas sehingga dengan wahana ini dapat memberi motivasi kepada seniman, dan masyarakat mendapat hiburan dari menyaksikan Maha Bhandana Prasadha.
Untuk hari kedua Maha Bhandana Prasadha dimulai dari pk 09.00 – 18.00 wita dengan menampilkan musik klasik. Jadi tujuan dari kegiatan ini bukan hanya untuk menghibur, tapi juga untuk melestarikan budaya. Sampai hari ketiga Maha Bhandana Prasadha, warga kota juga bisa menyaksikan Parade Gong Kebyar Wanita dan Anak – anak. Namun untuk parade gong kebyar akan dilaksanakan setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu sampai tanggal 24 Oktober. Sedangkan pameran Maha Bhandana Prasadha bertempat di depan Pura Jagat Natha, ditampilkan pameran kerajinan yaitu endek dan bordir, makanan khas Kota Denpasar, Babad Puputan Badung, Foto–foto keris Puputan Badung, sayur, buah segar dan anggrek dari Aspartan Kota Denpasar.
Diakhir Talkshow yang berlangsung selama satu jam ini para narasumber menghimbau untuk bersama – sama menyaksikan Maha Bhandana Prasadha dan tetap menjaga ketertiban.
-dhia-