Menu

TALKSHOW LK3 ‘PERAN KELUARGA DALAM MEMBERDAYAKAN ORANG DENGAN KECACATAN’, SABTU, 28 MEI 2011

  • Senin, 30 Mei 2011
  • 323x Dilihat
TALKSHOW LK3 ‘PERAN KELUARGA DALAM MEMBERDAYAKAN ORANG DENGAN KECACATAN’, SABTU, 28 MEI 2011
‘Peran Keluarga Dalam Memberdayakan Orang Dengan Kecacatan’ merupakan tema ataupun topik yang dipilih dalam Talkshow bersama LK3, Sabtu, 28 Mei 2011. Talkshow berlangsung selama 1 jam dipandu oleh penyiar Rina mulai pukul 09.00 hingga 10.00 wita. Narasumber yang berkesempatan hadir yakni bapak Wahyu Dewanto, Bapak I Made Agus Parmantara dari LK3 Provinsi Bali, serta bapak Ketut Masir selaku wakil ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia perwakilan Kota Denpasar. Bapak Wahyu menjelaskan pada dasarnya keseharian kita melihat peran penting keluarga adalah memberdayakan orang dengan kecacatan (ODK). Saat ini banyak sekali keluarga yang belum berkemauan untuk memberdayakan ODK. Banyak keluarga yang memiliki ODK yang bingung bagaimana memberdayakan agar ODK bisa mandiri dan hidup normal seperti kita pada umumnya. Selain itu, tidak hanya keluarga yang harus bisa memberdayakan tapi masyarakat dan pemerintah juga memegang peran penting. Pemerintah mengatur tentang permasalahan penyandang stabilitas / ODK melalui UU No. 4 Th 1997. Jadi dijelaskan beberapa fungsi pemerintah untuk ODK setara dengan masyarakat setara masyarakat dengan rehabilitas sosial, pemberian bantuan, serta pemeliharaan taraf hidup sosial bagi ODK. Peran LK3 adalah sebagai jembatan keluarga ODK maupun ODK sendiri kepada sumber untuk rehabilitasi. Selain itu, LK3 juga berperan sebagai wadah konsultasi. Bapak Agus menjelaskan di masyarakat ada ODK yang bisa menerima kondisi diri, mempunyai motovasi tinggi, dan berusaha untuk menjalani kehidupan senormal mungkin. Namun, tak jarang juga adanya ODK yang minder di masyarakat. Kami dari LK3 pun senantiasa mendampingi para ODK yang memiliki motivasi maupun yang belum memiliki motivasi. Dilanjutkan oleh bapak Ketut Masir, bahwa awalnya para ODK pastinya pernah merasa minder tapi dengan dukungan keluarga dan masyarakat tentu ODK dapat memotivasi diri. “Orang tua yang memiliki anak yang cacat agar tidak mmindr dan senatiasa mendukung anaknya”, demikian dijelaskan oleh bapak Ketut Masir. Turut serta berinteraktif yakni bapak Mutajin di Tabanan yang memberikan saran agar dibuatkan majalah sebagai media untuk para penyandang cacat untuk bertuakr pikiran. Ditanggapai oleh bapak Wahyu, “Ini usul yang bagus sekali, tentu perlu ditindaklanjuti oleh pihak – pihak terkait yang salah satunya adalah LK3. Mungkin untuk sementara bapak Mutajin bisa bisa bertukar pikiran dengan sesama penyandang cacat di Panti Sosial Bina Netra Mahatmiya yang beralamat di Jalan S. Parman no. 1 Kediri Tabanan, dengan no. telepon. 0361- 811661 atau bisa dibuka webside mahatmiya.depsos.go.id banyak kerja yang harus dilakukan agar ODK juga menguasai tekhnologi,” kata bapak Wahyu. “Di jaman yang maju ini, para tunanetra sudah tidak merasa tunanetra lagi karena bisa bertelepon, sms, download lagu, maupun berfacebook karena sudah ada teknologi khusus bagi tunanetra dengan panduan suara,” demikian dijelasakan oleh bapak Masir. Pemerintah pun siap membantu jika ada ODK yang secara berkelompok ingin memasarkan potensinya di bidang kerajinan maupun keahlian lainnya. Bahkan dalam berbagai event, salah satunya book fair, para ODK diberikan 1 stand khusus. Sebelum mengakhiri talkshow, bapak Wahyu berharap ODK mampu menyetarakan diri dengan masyarakat dengan tidak minder, ulet, tidak malas, dan selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri. Warga Kota dapat berkonsultasi langsung dengan LK3 yang beralamat di jalan Serma Mendra no. 3 Denpasar -dyt-