TALKSHOW LALU LINTAS JUMAT, 3 SEPTEMBER 2010 DALAM RANGKA DENPASAR ICT 2010
Hadir 2 orang Narasumber yaitu dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar Bpak I Nyoman Sustiawan dan dari Poltabes Denpasar.
Denpasar sebagai pusat Kota Provinsi Bali, pemerintahan kemudian pariwisata, perdangangan dan Ekonomi hal ini membuat Kota Denpasar sangat berkembang demikian juga kependudukannya yang di datangi dari kota2 luar untuk mencari pekerjaan yang menyebabkan terjadiny Dilema2 sosial sperti tentang tata ruang , kemacetan lalu lintas juga maslah2 lainnya.
Mengenai kemacetan lalu lintas saat ini sangat sering terjadi di Kota Denapasar, sperti setiap masuk pagi jam kantor / jam sekolah , jam pulang sekolah pada waktu siang dan juga pulang kantor pada sore hari.
I Nyoman Sustiawan Dinas Perhubungan Kota Denpasar :
Mengatasi kemacetan lau lintas di Kota Denpasar tidak bisa seperti mengangkut sampah, jika sudah di angkut itu sudah bersih. Masalah kemacetan lalu lintas jika di atur dr satu simpang laen pastinya simpang yang satunya lagi akan terjadi kemacetan. Dengan demikian Dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar itu berupaya mengadakan Kajian – Kajian terhadap Lalu lintas berdasarkan pasal 93 ayat 1, 2 dan 3 yaitu terkait dengan menejemen rekayasa arus lalu lintas, kita berupaya agar bisa meminimalisasi dari pada kemacetan itu sendiri. untuk kemacetan yang terjadi pada waktu jam masuk kerja, jam pulang sekolah dan pada jam pulang kantor saat ini kita berupaya meminimalisir dahulu. Dari Dinas Perhubungan berusaha untuk mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap simpang-simpang yang mengalami kemacetan lau lintas.
Contohnya dilakukan perubahan arus lau lintas dikawasan Gatot subroto II, IV dan VI, untuk berikutnya mungkin hal itu diberlakukan juga di simpang kecubung, sidakarya dan termasuk kawasan Imanbonjol. Kwasan imanbonjol itu meliputi simpang sunset road, simpang soputan , simpang gunung galang termasuk simpang buagan.
Dinas Perhubungan berupaya melalui angaran2 perubahan mengadakan perbaikan2 seperti untuk yang di jalan Gunung Galang, dari arah barat dilarang masuk ke timur, kemudian di jalan Nakula dilarang mengarah kebarat dengan cara memasang Rambu –rambu petunjuk, perintah atau larangan-larangan.
Untuk dikawasan Gunung Soputan di upayakan mengganti Kontroler Trafick light yang ada dengan sistem multi yang bisa mengatur dengan sendirinya dari merah, kuning dan hijaunya. Kemudian di simpang Buagan akan dilaksanakan perbaikan simpang, yang sekarang terdapat dua lajur kendaraan dan dengan adanya perbaikan di upayakan menjadi tiga lajur. walaupun dilaksanakan perbaikan2 simpang namun tetep ditempatkan petugas-petugas untuk di depan2 ekolah dan juga disimpang-simpang jalan.
Satlantas Poltabes Denpasar yaitu Bapak Dedy Gonsales :
Penyebab kemacetan adalah Volume kendaraan yang tidak sebanding dengan panjang dan ruas jalan yang tersedia kemudian Simpang-simpang jalan yang ada di Kota Denpasar terlalu pendek yang membutuhkan kehadiran polisi dan alt bantu lalu lintas.
Kemacetan terjadi pada waktu2 tertentu dan sudah tercatat yaitu terjadi pada pukul 06.30 sampai 08.00 di karenakan jam masuk sekolah dan jam masuk kerja, Kemudian terjadi ketika anak2 masuk siang yaitu pada pukul 12.00 dan jam pulang siswa yang masuk pagi pada pukul 13.00 siang. Kemudian untuk sore hari pada pukul 15.30-16.30 wita terjadi ketika pulang karyawan kantor maupun pegawai. Poltabes juga memantau kondisi lalu lintas dan juga mencari sumber kemacetan yang kemudian dilakukan pengaturan lalu lintas.
Pak Sustiawan
Perubahan arus lalu lintas sebelumnya sudah melakukan sosialisasi melalui rapat dan juga sudah disampaikan kepada kepala Desa, juga sudah melakukan jumpa pers.
Simpang Waribang akan ada bantuan dari dishub tingkat 1 akan dipasang TL yang bersifat multi juga akan dilengkapi CCTV untuk pengaturannya. Pungsinya yaitu mengatur sendiri TL waktu merah, kuning dan hijau jika lalu lintas terpantau padat. Sosialisasi yang dilakukan kepada Kepala Desa tujuannya yaitu untuk di teruskan kepada bawahannya terkait dengan perubahan2 arus harapannya supaya masyarakat mematuhi rambu2 yang dipasang. Jika masyarakat sudah mematuhi itu, berjalannya pasti akan baik dan berlanjut perbaikan – perbaikan di lakukan ke simpang –simpang lainnya.
Poltabes Denpasar
Menyadarkan masyarakat agar menaati aturan dan tata tertib berlalu lintas yaitu carany pertama saat waga Kota ingin mendapatkan SIM di berikan pendidikan dan tata cara berlalu lintas kemudian diberikan tes ujian teori tentang lalu lintas jika lulus baru berlanjut ke praktek. Dikyasa lalu lintas juga melakukan penerangan2 keliling terhadap pemakai jalan khususnya anak-anak sekolah karena terbanyak yang melakukan pelanggaran lau lintas adalah anak-anak sekolah. Di sekolah kita bekerjasama kepada Kepala Sekolah dan memberikan pendidikan berlalu lintas. Menyebar Brosur-brosur dari Diklantas kepada anak-anak sekolah juga kepada pengemudi-pengemudi kendaraan umum distasiun / terminal kemudian ditempat-tempat keramaian atau tempat pemblanjaan.
Saat talkshow berlangsung beberapa penanya berpartisipasi on air : Dokter Gede ( on air ) Jln. Gunung Karang simpang Mirah Delima menuju perumahan Monang – Maning sempit ruas jalannya. Bagaimana mengantisipasinya karena tidak dapat digunakan untuk berpapasan. Ayu ( on air ) Jln. A.Yani dilalui truk Aqua pagi dan malam hari. truk yang melintas sangat besar sehingga menghabiskan penuh 1 ruas jalan dan menyebabkan lalu lintas menjadi tersendat. Dewi – Jln. Ceroring ( on air ) Helm saya masih baru dan sama seperti helm SNI. Hanya saja tidak diembos SNI. Apakah nanti saya akan ditilang? Saya tetap mengutamakan keselamatan tapi kalau membeli yang baru mahal. Yuna – Penatih ( off – air ) Di kawasan jln. Trengguli sering dilintasi truk besar. Padahal jalan tersebut relatif kecil dan padat pada jam tertentu. Usul saya untuk melarang truk besar masuk ke jln Trengguli. Pramana – Sumerta ( off – air ) Untuk mengantisipasi semakin mebludaknya kendaraan di Denpasar. Apakah ada aturan khusus dalam penjualan kendaraan bekas maupun baru? Apakah jumlahnya tidak dibatasi? Santina – Bukit Tunggal ( off – air ) Bagamana kelanjutan program “Light-On†saat ini? Kok saya lihat jalan ditempat? Masyarakat banyak yang tidak menyalakan lampu di siang hari. Sebenarnya seberapa besar pengaruh Light-On terhadap keselamatan? Rian – Jln Rambutan ( off – air ) Bagaimana dengan anjuran untuk pemudik yang dihimbau tidak menggunakan motor? Karena data mudik tahun lalu, paling banyak tewas pengendara motor. Bagaimana antisipasi Jasa Raharja, Dishub, maupun Poltabes? Lina – Srigading 9 ( off – air ) Pengajuan klaim Jasa Raharja dirasa sulit oleh masyarakat karena prosedur yang menjelimet. Apa solusi dari Jasa Raharja?
Dari sekian pertanyaan dijawab bergantian oleh narasumber untuk jalan gunung karang akan dikoordinasikan dengan desa setempat terlebih dahulu baru kemudian diadakan pembahasan untuk segera ditindaklanjuti, sedangkan mengenai truk Aqua yang sering melintas di A Yani yang sering menyebabkan kepadatan lalu lintas, dan Jl. Trengguli yang sering dilintasi truk akan dibahas peruntukan jalan tersebut akan segera dilaksanakan penertiban dengan memasang tanda maupun penilangan, sedangkan mengenai penggunaan helm SNI, saat ini sedang tahap sosialisasi, dan apabila masa sosialisasi selesai baru akan dilakukan penindakan tegas. Untuk masalah membludaknya kendaraan yang didominasi kendaraan pribadi, jadi mengenai penjualan kendaraan baru maupun bekas memang tidak ada pembatasan, akan tetapi saat ini pemerintah sudah menerapkan kebijakan baru untuk kendaraan dibawah tahun 2005 harus menggunakan pertamax, jadi upaya ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan. Untuk penyalaan light on saat ini masih berlaku, karena tujuannya sangat penting untuk menghindari kecelakaan lalulintas, sedangkan untuk warga yang akan mudik dihimbau agar menggunakan kendaraan roda 4 karena dengan kendaraan roda 2 akan membahayakan terutama kecelakaan yang lenih parah, Dishub juga menyediakan layanan pengecekan kondisi layak jalan dan pengemudi agar penumpang aman sampai di tempat tujuan. Untuk masalah jasa raharja sebenarnya pengurusannya saat ini tidak seruwet yang dibayangkan, dimana begitu terjadi kejadian, agar segera menghubungi Jasa Raharja selanjutnya akan segera dilakukan pengecekan terhadap korban dan pertanggungan segera bisa dibayangkan.
Masyarakat diharapkan untuk ikut membantu menjaga kota Denpasar dengan mentaati aturan dan tata tertib berlalulintas agar tidak menambah kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
Dapatkan informasi lalu lintas selama berkendaraan hanya di RPKD FM 91.45.
…RPKD..