Talkshow KPA tanggal 13 Desember 2010 tentang VCT
Penyiar Yenni kedatangan dua orang narasumber talkshow sosialisasi AIDS dari KPA Provinsi Bali pada hari Senin, 13 Desember 2010. Hadir di studio yakni Putu Utami Dewi selaku Ketua Yayasan Spirit Paramacita dan Istina Dewi selaku koordinator Lapangan Yayasan Spirit Paramacita. Talkshow berlangsung selama 1 jam mulai pukul 09.00 hingga 10.00 dengan topik “VCTâ€
Dijelaskan oleh Putu Utami, VCT adalah Voluntary Counseling and Testing. Konseling dan testing dilakukan secara sukarela khususnya untuk HIV dan AIDS. Sedangkan Konselor VCT adalah orang yang dilatih untuk membantu orang lain (klien) memahami masalah yang dihadapi, mengidentifikasi masalah klien agar klien mampu membuat keputusan sendiri. Konselor harus mempunyai kemampuan untuk mendengarkan, menanyakan pertanyaan yang baik, mencoba mengerti perasaan klien, tidak menyalahkan/menghakimi, memberikan informasi yang tepat, menjaga kepercayaan, menyatakan bahwa klien tidak sendiri menghadapi masalah.
Konseling HIV berbeda dengan konseling yang lain seperti konseling keluarga. Konseling HIV menjadi hal yang unik karena butuh pengetahuan Tentang IMS, HIV dan AIDS. Mampu juga membahas tentang praktek – praktek seks yang sifatnya pribadi, memberikan kepekaan konselor menghadapi perbedaan nilai – nilai dan pendapat yang mungkin bertentangan dan juga butuh keterampilan memberikan hasil tes HIV positif.
Dijelaskan juga tujuan dari konseling VCT yaitu mencegah penularan HIV, mengubah perilaku, tidak sekedar informasi belaka, tetapi yang pentung adalah memberikan dukungan dan memotivasi klien. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA ( Orang Dengan HIV dan AIDS) dalam segala aspek baik medik, psikologis, sosial dan ekonomi juga merupakan tujuan dari konseling VCT.
Dalam konseling VCT ada tahapan – tahapan : Konseling Pre tes HIV yaitu konseling sebelum tes dilakukan untuk memberikan gambaran tentang manfaat tes dan beberapa hal terkait dengan informasi HIV. Jika klien memutuskan untuk tes, maka klien dirujuk ke Laboratorium untuk diambil darah, kemudian ditunggu selama tiga bulan untuk mendapatkan hasil tes darah tersebut. Setelah hasil keluar baru dilakukan post tes konseling.
Dalam talkshow ini Warga kota bergabung di line telp 244444 yaitu ibu Mia dari Ubung yang ingin mengetahui bagaimana proses VCT? bagaimana dengan hasilnya?
Ditanggapi oleh narasumber bahwa sebelum tes HIV ada tahap konseling seperti penggalian prilaku sampai klien bersedia tes hiv, sebelum darah diambil ada penandatangana persetujuan bahwa klien setuju melakukan tes hiv secara sukarela. Ketika hasil keluar hasil diberikan kepada yang bersangkutan kemudian diberikan konseling kembali.
berikutnya ada bapak Gung Raka dari Gianyar “kenapa yang berjualan yang sudah positif HIV masih diijinkan berjualan?†Narasumber mengatakan itu sulit untuk dibendung, namun sering disarankan lebih baik jangan menjajakan sex atau lebih baik menggunakan kondom. Ini juga kesadaran dan tanggung jawab penjual dan pembeli. Alangkah baiknya jika setia pada satu pasangan.
Untuk layanan VCT bisa di RSUP Sanglah di klinik nusa indah dan bisa DI Rumah Sakit Wangaya klinil merapati, selain itu juga bisa Yayasan Kerti Praja dan Yayasan Rama Sesana yang ada di lantai 3 Pasar Badung.
_Dhia_