Menu

Talkshow bersama KPA tanggal 10 Desember 2010 Pendampingan pada waria LSL ( Laki – laki seks dengan laki – laki )

  • Sabtu, 11 Desember 2010
  • 300x Dilihat
Talkshow bersama KPA tanggal 10 Desember 2010 Pendampingan pada waria LSL ( Laki – laki seks dengan laki – laki )
Talkshow bersama KPA tanggal 10 Desember 2010 Pendampingan pada waria LSL ( Laki – laki seks dengan laki – laki ) Hadir dua narasumber yaitu Bp.Christian dari KPA Provinsi Bali, dan Bp.Gede Parwata dari Gaya Dewata untuk talkshow mengenai penanganan HIV/AIDS yang kali ini hadir dengan topik “Pendampingan pada waria LSL (Laki – laki seks dengan laki – laki)”, talkshow berlangsung selama 1 jam dari pukul 09:00-10:00 Wita di studio RPKD FM 91.45 dipandu oleh Yeni RPKD. Diawali dengan penjelasan mengenai pendampingan yang dilakukan, dalam hal ini adalah dengan pemberian pemahaman kepada waria LSL sebagai komunitas yang terpinggirkan mengenai bagaimana cara hidup yang benar, sehat, dukungan mental dan informasi yang benar. Diluar LSM yang ada, pendekatan yang dilakukan kepada LSL dan waria yaitu melalui tatap muka, dan juga melalui fasilitas dunia maya, seperti chatting atau sejenisnya. Dijelaskan oleh Bp.Christian bahwasanya pendampingan yang dilakukan bertujuan memberikan wadah keluh kesah, meringankan beban mental dan pikiran serta sebagai sumber informasi kesehatan dan hal-hal lain yang berguna bagi pihak waria LSL. Pada sesi selanjutnya digambarkan oleh Bp.Gede Parwata mengenai Pendampingan yang berlangsung di LSM Gaya Dewata yaitu penjangkauan langsung ke lapangan secara tatap muka perorangan, berdiskusi dengan berkelompok kurang lebih sebulan sekali dan juga penyuluhan- penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi dan gaya hidup yang benar. Ditambahkan oleh Bp.Christian bahwa toleransi masyarakat kepada kaum waria LSL dapat menjadi salah satu bentuk dukungan mental, karena tentunya kondisi yang dialami kaum tersebut adalah bukan keinginannya dari diri sendiri melainkan sebuah kelainan seks. Pembahasan berlanjut dengan ulasan salah persepsi yang menunjuk orang yang paling terindikasi terkena/dekat dengan virus HIV-AIDS adalah komunitas waria LSL. Hal ini sebenarnya dapat dilihat pada prilaku seks yang dilakukan, apabila seks dilakukan dengan tidak berganti-ganti pasangan dan dilakukan dengan aman (menggunakan kondom) akan mengurangi kemungkinan terkena virus HIV-AIDS, dan hal ini berlaku tidak hanya pada komunitas waria LSL tapi juga pada semua orang selaku pelaku seks. Pemahaman ini diperlukan agar komunitas waria LSL tidak merasa terpojokkan/ tertekan, karena apabila merasa tertekan justru akan memicu komunitas waria LSL untuk melakukan tindakan yang mengarah ke prilaku seks tidak aman, seperti berganti pasangan, tidak menggunakan kondom, dll. Pada Talkshow kali ini mendapatkan tanggapan dari masyarakat, salah satunya melalui sms. Sms pertama sari Dian di Imam Bonjol yang menanyakan, “Apa yang sudah di upayakan Pemerintah untuk memberikan dukungan kepada Odha?”, dijawab oleh Bp.Christian bahwa dari Pemerintah bantuan disalurkan dengan pemberian ARV secara gratis, yang penggunaannya sesuai standar WHO yang disesuaikan dengan kekebalan tubuh Odha tersebut dan berlangsung seumur hidup dan juga pemberian dukungan cara hidup sehat dengan pemeriksaan hati, kondisi darah, dan pemeriksaan lainnya. Kedua narasumber sebelum mengakhiri talkshow menghimbau agar masyarakat tidak mengucilkan waria maupun LSL. Warga kota yang ingin tahu lebih jauh mengenai LSL, dan HIV – AIDS, dapat langsung menghubungi bapak Chritian di nomor 8003055. -Rin-