Menu

TALKSHOW BERSAMA KPA PROVINSI BALI TENTANG “CST” RABU, 15 DESEMBER 2010

  • Kamis, 16 Desember 2010
  • 298x Dilihat
TALKSHOW BERSAMA KPA PROVINSI BALI TENTANG “CST” RABU, 15 DESEMBER 2010
TALKSHOW BERSAMA KPA PROVINSI BALI TENTANG “CST” RABU, 15 DESEMBER 2010 Kembali berlangsung talkshow interaktif kerjsama RPKD dan KPA Provinsi Bali di studio RPKD FM 91,45. Talkshow kali ini dipandu oleh penyiar Krisna berlangsung mulai pukul 09.00 – 10.00 wita dengan narasumber Putu Utami Dewi selaku Ketua Yayasan Spirit Paracitta Plus dan Ibu Istina Dewi atau ibu Antin selaku koordinator lapangan Yayasan Spirit Paracitta atau Bali Plus. Topik yang dibahas tiada lain adalah CST atau “Care Support and Treatment”. Dijelaskan oleh Putu Utami, CST jika dibahasa Indonesiakan menjadi perawatan, dukungan, dan pengobatan. CST ini merupakan pelayanan yang diberikan saat klien dinyatakan HIV positif. Dukungan dan perawatan diberikan karena Odha (orang dengan HIV/AIDS ) mengalami berbagai permasalahan, baik psikologis, sosial, fisik, dan ekonomi. Saat Klien pertama kali mengetahui dirinya terinfeksi HIV pastilah dari segi psikologis akan mengalami goncangan batin (shock). Biasanya mereka akan mengucilkan diri. Dari segi psikologis, dukungan yang diberikan yakni dengan mencari orang lain yang juga positif HIV atau sering disebut dukungan sebaya. Setelah itu, dengan mereka merasa tidak sendirian lagi, akan ada perubahan keterasingan menjadi manfaat khusus dan mereka akan mulai menerima kenyataan / menerima diri dengan status HIV positif. Permasalan dari aspek sosial, biasanya di awal klien mengetahui dirinya terinfeksi HIV, terjadi penolakan jika terbuka status HIVnya. Pengalaman klien kami, saat butuh perawatan secara medis mereka tidak diterima oleh dokter, juga tidak diterima di lingkungan rumah bahkan keluarga. Dari segi fisik, klien yang sakit kondisinya melemah dan mucul beberapa penyakit lain juga, seperti flu, demam, diare. Dan dari segi ekonomi tentu klien menjadi miskin karena sakit, maksudnya yakni banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan. Dari gambaran permasalah yang dialami Odha tadi, dukungan yang diberikan yakni bisa melalui dukungan sebaya berdasarkan kebutuhan anggota kelompoknya dari segi pemberdayaan dan kualitas hidupnya. Kita dari Yayasan Spirit Paramacitta senantiasa memberikan informasi tentang HIV/AIDS, juga pengetahuan dan keterampilan lainnya agar mereka dapat diberdayakan. Serta kami juga mengajak untuk melaksanakan cara hidup positif, muali dari makan makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat / tidur yang cukup, bila memungkinkan agar mereka terus bekerja, menyayangi diri sendiri ( secara fisik maupun emosional ). Selanjutnya dalam CST yakni perawatan, bila pengobatan medis tidak tersedia atau sudah tidak efektif, Odha akan mengalami masalah fisik dan mengalami masalah infeksi opportunistik. Perawatan bisa dilakukan baik di rumah maupun di rumah sakit. Yayasam Paramacitta dalam hal ini tentunya memberikan dukungan kepada keluarga klien agar keluarga dapat merawat Odha di rumah. Keluarga Odha diharapakan dapat mengembangkan komunikasi dengan masyarakat dan menjaga klien tetap merasa tidak kehilangan rasa cinta dalam hidup mereka. Sediakan waktu untuk melakukan kontak fisik seperti menyentuh, memegang tangan maupun memeluk, dan hal ini tidak akan dapat menularkan HIV. Menghormati keinginan klien dalam hal menerima maupun menolak tamu. Saat ini sudah ditemukan obat untuk menghambat perkembangbiakan virus HIV. Biasanya disebut dengan obat AVR yang bermanfaat untuk mengurangi replika HIV dalam sel darah putih/CD4 sehingga virus yang baru tidak dapat dibuat. Dengan cara ini, sel CD4 dilindungi dan sistem kekebalan tubuh tetap kuat untuk melawan infeksi. Tujuan utama diberikannya AVR adalah untuk mengurangi dan memulihkan kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Sehingga mutu hidup Odha lebih tinggi, lebih sedikit penyakit yang menyerang dan memperpanjang umur Odha. Sebaiknya Odha mengkonsumsi AVR dimulai saat status HIVnya positif dengan jumlah CD4 dibawah 200. Selain itu, siapapun dengan HIV stadium I, II, III, atau IV dianjurkan untuk segera mengkonsumsi AVR. Diakhir talkshow, ibu Antin berpesan agar warga kota jangan pernah capek untuk mencari informasi tentang HIV / AIDS. Untuk mengakses layanan CST, warga kota dapat menghubungi RSUP Sanglah di klinik Nusa Indah, RSUD Wangaya di Klinik Merpati, dan Yayasan kerti Praka di Klinik Amerta. Untuk informasi lebih lanjut dapat juga menghubungi Yayasan Spirit Paramacitta di nomor 0828 3000 600 203 atau 0361 780 7321. -dyt-