TALKSHOW BERSAMA KPA PROVINSI BALI JUMAT, 3 DESEMBER 2010
TALKSHOW BERSAMA KPA PROVINSI BALI JUMAT, 3 DESEMBER 2010
Berkaitan dengan hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2010, KPA bekerjasama dengan RPKD FM menyelenggarakan Talkshow tentang AIDS. Talkshow berlangsung hari Jumat, 3 Desember 2010 di studio RPKD FM selama satu kali enam puluh menit mulai pukul 09.00 hingga 10.00 wita. Hadir dua narasumber dari yayasan Gaya Dewata yaitu Bapak Christian dan Bapak Arya.
Di jelaskan sedikit bahwa perayaan Hari Aids sedunia itu dilaksanakan bertujuan untuk memasyarakatkan / memperkenalkan kepada masyarakat bahwa HIV itu adalah tanggung jawab kita semua, serta meningkatkan kesadaran masyarakat karena semakin meningkatnya perkembangan HIV saat ini. Selain itu, Hari AIDS Sedunia juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran terhadapp wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV dan untuk menunjukkan bahwa dunia bersatu padu di dalam menangani wabah HIV yang telah melanda dunia sejak 25 tahun kebelakang.
Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari Aids Sedunia atau World AIDS Day. Hari Aids sedunia itu diperingati dari tahun 1988. Untuk tahun ini tema Hari AIDS Sedunia adalah “ Universal Acces and Human Right†atau “Akses Universal dan Hak Asasi Manusiaâ€.
Konsep Hari AIDS Sedunia digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai program - program untuk pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal seluruh dunia. Tujuan utama dari kampanye Hari AIDS Sedunia adalah meningkatkan akses universal dan hak – hak dasar untuk korban HIV dengan memberikan dorongan untuk pencegahan, perawatan, pengobatan, dan dukungan, sebab jutaan orang terus terinfeksi HIV setiap tahunnya di negara – negara yang berpenghasilan menengah atau rendah. Mereka membutuhkan terapi antiretroviral dan terlalu banyak dari mereka yang tidak memiliki akses untuk pengobatan dan perawatan yang memadai.
Hari AIDS sedunia memberikan kesempatan bagi kita semua, baik individu, masyarakat maupun pemimpin politik untuk mengambil tindakan dan memastikan bahwa hak asasi manusia penting dilindungi, serta memberikan akses yang seluas - luasnya untuk pengobatan dan perawatan bagi penderita.
Di jelaskan kembali bahwa tema yang di ambil pada tahun ini juga berkaitan dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat, misalnya jika ada masyarakat yang positif HIV belum tentu dilayani seperti masyarakat lainnya seolah-olah ada jarak karena masyarakat belum paham sehingga terjadi permasalahan seperti itu dan juga ketika melamar pekerjaan sering dilakukan tes HIV dan orang yang ketahuan positif HIV pasti tidak akan diterima / mendapatkan pekerjaan. Pelanggaran terhadap hak asasi manusia dapat membuka peluang penyebaran HIV, kelompok – kelompok yang terpinggirkan, seperti pengguna jarum suntik narkoba dan pekerja seks beresiko tinggi menularkannya. Dengan mempromosikan hak asasi manusia, penyebaran kemungkinan dapat dicegah dan orang terinfeksi HIV dapat hidup bebas dari diskriminasi dengan harapan mereka tidak menularkan kepada orang lain.
Dukungan pemerintah untuk program penanggulangan HIV AIDS setiap tahunnya semakin meningkat dan semakin memiliki komitmen di dalam penanggulangannya, dukungan dilakukan oleh KPA, pemerintah kota dan provinsi dengan cara mengadakan kegiatan -kegiatan dan saat ini sudah di berikan anggaran - anggaran untuk program penanggulangan HIV AIDS. Dinas kesehatan sendiri sudah membentuk / menyediakan tempat-tempat layanan untuk bisa mudah di akses oleh masyarakat juga dari setiap kabupaten saat ini sudah menyediakan VCT disediakan di puskemas - puskesmas.
Masyarakat saat ini masih ada yang belum begitu paham tentang HIV AIDS dan masih banyak yang menganggap itu adalah aib dan bukan urusan mereka. Masyarakat juga sering beramsumsi bahwa orang - orang yang terkena HIV itu orang pekerja Seks, pengguna narkoba dan waria, padahal kasus HIV itu sekarang banyak di temukan di masyarakat dan 80% HIV itu di tularkan melalui hubungan metro seksual. Jadi masyarakat mempunyai prilaku beresiko terkena HIV. Virus HIV itu menyerang kekebalan tubuh, semakin lama kekebalan tubuh akan menurun dan disaat itulah akan mulai terinveksi penyakit HIV. Masyarakat diharapkan untuk selalu memeriksakan diri jangan menunggu sudah kronis baru memakai layanan kesehatan.
KPA yang bekerjasama dengan LSM berusaha mendorong LSM yang mempunyai dampingan agar membentuk kelompok-kelompok dampingan, tujuannya adalah untuk mendukung dan peduli terhadap penderita HIV supaya mereka bisa mendapatkan akses layanan kesehatan dan mau mengakses. saat ini bayi yang ada di dalam kandungan seorang ibu yang terkena HIV bisa di antisipasi dengan cara ditritmen yang harus menggunakan Antreturpiral dan harus dalam pengawasan Dokter baek sleama mengandung maupun dalam proses kelahiran, supaya bisa mencegah terjadinya proses penularan penyakit dari ibu ke bayi.
Bapak Arya dari Yayasan Gaya Dewata menjelaskan bahwa Yayasan Gaya Dewata itu sudah berdiri pada tahun 1992 dengan kelompok dampingan utama dari kelompok gay, waria dan lelaki yang melakukan seks dengan lelaki. Dalam programnya yaitu memberikan informasi dan edukasi kepada kelompok dampingan yaitu memberikan informasi tentang HIV AIDS dan infeksi menular seksual. Yayasan Gaya Dewata saat ini memiliki 9 petugas yang fungsinya memberikan jangkauan kepada kelompok - kelompok dampingan dengan memberikan informasi dan melakukan diskusi kelompok setiap bulannya 16 kali pertemuan. Jangkauan Gaya Dewata ada empat kabupaten yang mempunyai komunitas paling banyak, itu ada di Kabupaten Badung, Denpasar, Gianyar dan Buleleng. Selain itu ada juga program konseling IMS ( infeksi menular seksual) dan konseling HIV. Dari konseling tersebut diharapkan kepada kelompok dampingan agar bisa langsung untuk melakukan tes IMS maupun HIV yang diberikan secara gratis dan apabila dari kelompok dampingan positiv terkena IMS atau HIV serta pengobatan juga akan diberikan secara gratis. Yayasan Gaya Dewata juga memberikan dukungan kepada kolompok dampingan yang sudah terinfeksi virus HIV dengan cara mengadakan pertemuan dengan kelompok dampingan sebaya yang ada yaitu Pelangi hati untuk kabupaten Badung, Warcan dan Home Boys untuk di Denpasar dan di Buleleng ada Kelompok Orang Sehati Singaraja ( KAOS ).
Bapak Christian menyampaikan Bahwa KPA hanya memfasilitasi dan mengkoordinir bagaimana menjaga kesehatan tetapi tetap menjadi tanggung jawab semua untuk menjaga kesehatan khususnya menghindari permasalahan penyakit HIV AIDS. Turut serta Gung Raka dari Gianyar berinteraktif melalui 244444. bertanya, “1 Desember dirayakan sebagai hari AIDS sedunia. Seharusnya dengan perayaan tersebut pengidap HIV berkurang, tapi kenapa tiap tahun semakin bertambah, dan para pekerja seks yang mengidap HIV kenapa tidak dilarang oleh pihak - pihak terkait, juga dari 60% pekerja seks yang ada di Ubung jumlah sebenarnya berapa?†Dijelaskan oleh Bapak Christian setiap detik / setiap menit ada beberapa orang tertular HIV di dunia termasuk di Indonesia, karena mereka tidak penah menyadari bahwa dirinya mempunyai prilaku beresiko dan tidak pernah memeriksakan diri itulah penyebab semakin bertambahnya orang - orang yang terkena HIV. dan mengenai presentase itu tidak boleh disampaikan secara jelas siapa penderita tersebut karena itu melanggar HAM, dan yang tau datanya adalah di Dinas Kesehatan dan konselor masing – masing yang ada di seluruh kabupaten di layanan kesehatan.
Momen Hari AIDS sedunia di peringati Oleh KPA Kota Denpasar dengan melakukan jalan santai bersama masyarakat juga ada kegiatan lain seperti menyebarkan Brosur - Brosur, semua itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Selain itu, KPA Provinsi juga akan melakasanakan kegiatan jalan santai pada tanggal 23 Desember mendatang. Ditambahkan oleh bapak Christian yaitu himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian kepada HIV AIDS khususnya dengan cara menjaga prilaku dari pribadi seseorang. Jika hal itu sudah dilakukan sudah pasti seseorang bisa aman dari HIV. Untuk orang - orang yang mempunyai prilaku beresiko dimohon untuk memeriksakan diri sejak awal dan jika ada dari anggota masyarakat yang terkena HIV, janganlah dijauhi karena mereka perlu dukungan dari masyarakat. Untuk warga kota yang ingin tahu lebih jauh tentang HIV bisa menghubungi di nomor telepon 8003055.
*dhia-tsn*