Talkshow Bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar dalam Rangka Hari Buku Nasional
Tema : Melalui Hari Buku Nasional, Kita Tumbuhkan dan Tingkatkan Minat Baca
Narasumber :
1. Drs. I Putu Budiasa, M.Si (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar)
2. Ni Wayan Purnamiasih, S.sos (Kepala Bidang Layanan dan Pembinaan Perpustakaan)
3. Drs. I Made Atmajaya (Kepala Bidang Pembinaan Pengembangan dan Pengawasan Kearsipan)
Host : Diah Wijayanthi
Hari Buku Nasional jatuh pada tanggal 17 Mei setiap tahunnya. Ketetapan Hari buku Nasional bertujuan untuk meningkatkan minat baca pada masyarakat Indonesia. Selain itu, dengan adanya Hari Buku Nasional ini diharapkan dapat melestarikan budaya membaca dan meningkatkan penjualan buku.
Makna dari Hari Buku Naasional bahwa buku itu penting karena sebagai sumber pengetahuan, dimana pengetahuan itu penting sebagai modal daya saing. Momentum momen Hari Buku Nasional untuk memotivasi masyarakat unutk memiliki pengetahuan yang lebih sehingga memiliki daya saing di masyarakat.
Sampai saat ini jumlah buku yang terdapat di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar yaitu terdiri dari 30ribuan exsemplar dengan 16 ribu judul, dengan jenis bukunya bersifat karya umum seperti filsafat, agama, bahasa, ilmu sosial, ilmu murni,ilmu terapan, kesenian, olahraga,kesusastraan, geografi dan sejarah. Setiap tahun ada penambahan buku 400 – 1000 judul sedangkan jumlah exemplarnya antara 2300-3000 pertahun tergantung APBD. Keseluruhan buku yang ada tidak hanya ditampung di perpustakaan tapi juga disebarkan sebagai ibah ke sekolah ataupun yayasan di Kota Denpasar
Dalam rangka meningkatkan minat baca, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar menyelenggarakan lomba melalui 2 tahapan, yang pertama lomba yang bermuatan lokal pada hari ulang tahun Kota Denpasar dan yang kedua pada hari kunjung pustakan dengan lomba bernuansa nasional.
ProgramDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar , masyarakat disediakan perpustakaan keliling dengan lokasi yang berbeda – beda seperti di bajra sandhi, depan jagatnatha dan di lumintang. Perpustakaan keliling juga berkeliling ke sekolah-sekolah, dari SD-SMA secara bergantian dari sebanyak 2x dalam sebulan yang menyasar 8 sekolah. Di Perpusatakaan Sekolah keliling ini siswa boleh melihat-lihat buku , membaca bahkan boleh dibaca dirumah dengan catatkan harus terdaftar sebagai anggota. Persyaratan untuk menjadi anggota yaitu harus berdomisili di Denpasar atau bersekolah di Denpasar. Kemudian juga ada silang layangan membawa 500-1000 buku kesekolah-sekolah setiap 2 minggu, kemudian 2 minggu berikutnya buku diganti dan pinjamkan ke sekolah tersebut dengan buku bersifat umum, sastra dll.
Pesan dan harapan Bapak KepalaDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar “ untuk masyarakat Kota Denpasar, ayo kita tingkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilkan kita agar mampu bersaing dalam area persaingan saat ini karena dengan membaca kita bisa membuka jendela dunia”. (O.W)