MGizi seimbang adalah kondisi dimana ketika jumlah kalori yang dimasukan sama dengan jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh. Takaran gizi seimbang dapat di tentukan melalui konsep “isi piringku” yaitu takaran jenis makanan dalam satu piring yang terdiri dari 50% sayur dan buah, 30% karbohidrat, 20% protein dan air mineral.Jadwal makan juga mempengaruhi yaitu 3 kali sehari.
Pentingnya bagi masyarakat untuk mengetahui literasi gizi bagi semua kalangan usia. Selah satunya dengab pengolahan makanan yang disarankan agar menyerupai bentuk asli bahan makanan tersebut, karena semakin jauh makanan dari bentuk awalnya maka semakin menurun kandungan gizinya, sedangkan bagi balita disarankan untuk membuatkan makanan yg bisa menarik minatnya mulai dari visualnya hingga rasanya.
I Wayan Agus Umbara sebagai ahli gizi di RSUD Wangaya menghimbau untuk menerapkan prinsip makan apa yang dibutuhkan bukan diinginkan untuk menghindari masalah gizi yang terjadi yaitu kelebihan berat badan dan kekurangan gizi (anemia, stunting dan GAKI). Tidak lupa juga diimbangi dengan 3M yaitu move atau bergerak, model atau memilih rol model sebagai motivasi hidup sehat dan meet atau bertemu dengan bahan bahan makanan alami sehingga lebih bersemangat dalam menerapkan pola makan sehat dan gizi seimbang. (*Aw)